Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 November 2025

Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional dari Madiun

Tokoh Pergerakan Nasional dari Madiun


RM.Haji Oemar Said Tjokroaminoto (Ponorogo, 16 Agustus 1882 – 17 Desember 1934),salah satu pemimpin Sarekat Dagang Islam, Ketua Sarekat Islam (SI). melahirkan berbagai macam ideologi bangsa Indonesia pada masa itu. Rumahnya sempat dijadikan rumah kost para pemimpin besar untuk menimba ilmu, yaitu Sukarno, Muso dan Kartosuwiryo.


RM. Abikoesno Tjokrosoejoso, Ponorogo,15 Juni 1897 – 11 November 1968 adalah salah satu bapak pendiri Republik Indonesia dan penandatangan konstitusi. Panitia Sembilan yang merancang pembukaan UUD 1945 (dikenal sebagai Piagam Jakarta). Setelah meninggalnya HOS Tjokroaminoto yg merupakan kakaknya, pada 17 Desember 1934, Abikoesno mewarisi jabatan sebagai pemimpin Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).Setelah kemerdekaan, ia menjabat sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Presidensial pertama Soekarno dan juga menjadi penasihat Biro Pekerjaan Umum.


Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo (Uteran, Madiun, 28 Agustus 1902 – 18 Mei 1997) adalah salah satu tokoh Indonesia pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah menjabat sebagai pengurus Perhimpunan Indonesia di Belanda.Sunario adalah salah satu tokoh yang berperan aktif dalam dua peristiwa yang menjadi tonggak sejarah nasional Manifesto 1925 dan Konggres Pemuda II (sumpah pemuda)


Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, pahlawan nasional Indonesia, dokter di Keraton Surakarta (Yogyakarta, 21 April 1879 – Widodaren,20 September 1952) adalah:

- Boedi Oetomo

- BPUPKI pada tahun 1945 Pada tanggal 9 Agustus 1945, sehari setelah serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Radjiman bersama dengan tokoh nasionalis Soekarno dan Mohammad Hatta diterbangkan ke Saigon untuk bertemu dengan Marsekal Lapangan Hisaichi Terauchi.Uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini kemudian ditulis oleh Radjiman selaku ketua BPUPKI dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Terbongkarnya dokumen yang berada di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.



Dr. Soeradji Tirtonegoro lahir pada 1887 di Desa Uteran, Madiun. tokoh kebangkitan nasional yang menjadi salah satu pendiri Budi Utomo. Dijadikan nama RS. Di Klaten karena jasa nya dalam penanggulangan penyakit pes pada waktu sebelum kemerdekaan.


Ki Hadjar Hardjo Oetomo Lahir di Kota Madiun,1903 dan meninggal 13 April 1952 dimakamkan di Pilangbango Madiun. Budi Oetomo, Syarekat Islam, dan Taman Siswa. Selain bergabung dengan organisasi tersebut, Ki Hadjar Hardjo Oetomo juga mendirikan organisasi pencak silat SH Pemuda Sport Club (SH-PSC) yang kemudian berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate. Di bidang ekonomi untuk membantu masyarakat lepas dari penindasan 'lintah darat', ia mendirikan perkumpulan Harta Djaja semacam koperasi.


Disarikan dari Wikipedia dan beberapa sumber lainnya





Selasa, 23 September 2025

Menyusun Buku Antologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI),  antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Secara lebih luas, antologi juga bisa diartikan sebagai kumpulan karya sastra (seperti puisi, cerpen, atau prosa) yang sejenis dan memiliki tema yang sama, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan.  Namun, membuat buku  antologi yang baik bukanlah sekadar mengumpulkan tulisan lalu menerbitkannya. Tulisan perlu di kurasi, melalui proses editing, dan membuat strategi yang cermat agar antologi terasa berurutan, mengalir, dan memiliki daya Tarik tersendiri.

Antologi bukan sekadar kumpulan karya, melainkan membuat buku Antologi adalah sebuah proyek kreatif dan kolaboratif yang membutuhkan penyatuan ide di bawah satu tema besar yang sesuai dengan minat para penulisnya.

 Buku Antologi dapat berbentuk:

  • Kumpulan cerpen bertema tertentu
  • Puisi dari berbagai penulis dengan tema tertentu
  • Kumpulan Essay, artikel dengan tema tertentu
  • Surat-surat pribadi atau memori kolektif 

Menentukan Tema Antologi :

Tema adalah “urat nadi” sebuah antologi , tanpa tema yang jelas dan kuat, antologi akan terasa longgar dan tidak fokus. Tema membantu menjaga konsistensi antara satu karya dan karya lainnya. Memberikan arah bagi para kontributor dalam menulis dan Meningkatkan daya tarik pembaca, serta mempermudah untuk mempromosikannya

Tips menentukan tema:

  • Pilih tema yang cukup luas untuk memungkinkan variasi, tapi cukup spesifik untuk menjaga kesatuan.
  • Pertimbangkan segmen pembaca
  • Tujuan pembuatan buku antologi

Selanjutnya Pilih tema dan judul yang anda minati agar proses editing dan penyusunan tetap bersemangat. Pertimbangkan konteks kewilayahan, dan sosial budaya. Misalnya daerah, desa atau kelompok masyarakat, komunitas yang dekat dengan penulis maupun pembaca.

Contoh tema antologi:

  1. Jejak Perempuan dalam Sejarah”: Cerita pendek, esai, dan puisi tentang pahlawan wanita dari berbagai era.
  2.  Musim dan Rasa”: Puisi tentang pengalaman manusia dalam tiap perubahan musim.
  3. Kota Pertama”: Memoar dan cerita tentang pengalaman hidup pertama kali di kota besar.
  4. Cerita Pepunden dari Madiun” cerita-cerita rakyat dan sejarah situs budaya yang ada di madiun
  5.  Situs mistis Pasar Pundensari dan kisah-kisah lainnya” kumpulan essay tentang kearifan lokal yang ada di wilayah Madiun  

Menyusun Rencana dan Struktur Buku

1.    Perencanaan :

  1.       Jumlah kontributor: Tentukan sejak awal agar proporsi konten seimbang. Misalnya 10–20 penulis.
  2.       Panjang total buku: Ideal untuk antologi adalah sekitar 150–250 halaman.
  3.       Timeline pengerjaan: Buat jadwal ketat mulai dari open call, seleksi, editing, hingga cetak.
  4.       Format tulisan:

            - Cerpen: 1.500–3.000 kata
            - Esai: 1000–2.500 kata
            - Artikel : 1.000 – 3.000 kata
            - Puisi: bebas tapi maksimal 40 baris
            - Ukuran kertas : A4 ( lebar 21 cm Panjang 29,7 cm)
            - Spasi 2,5 cm
            - Font : Tahoma 12 atau New times roman 12
            - Tulisan disertai foto atau gambar ilustrasi


2.    
Struktur antologi:

-          Pembukaan: Kata pengantar editor atau kurator.

-          Daftar kontributor: Profil singkat setiap penulis.

-          Cover buku:

-          Harus mencerminkan tema besar.

-          Warna, ilustrasi, dan tipografi harus harmonis dan “eye-catching”.

-     Layout isi: Gunakan satu kolom untuk prosa; dua kolom kecil cocok untuk puisi. Pastikan font konsisten (misal, Tahoma 12 untuk teks isi).

-          Pertimbangkan jasa desainer grafis profesional untuk hasil maksimal.

3.    Menerbitkan Buku Antologi

Tentukan penerbitan sesuai kebutuhan dan tujuan.

1.    Self-publishing: Platform seperti Amazon KDP, Google Play Books, atau lokal seperti Penerbit Deepublish. Anda mengontrol harga, cover, dan distribusi, tapi semua biaya di tangan Anda.

2. Penerbit mayor: Biasanya lebih selektif, Prosesnya panjang tapi mendapatkan bantuan profesional dan jaringan distribusi luas.

3.    Pastikan mengurus ISBN di Perpusnas agar buku Anda resmi terdaftar.

Sumber:

https//haqipublisher.com/Panduan Lengkap Cara Menulis Buku Antologi (diakses tanggal 24 September 2025)

Kontributor : Admin W-ijen


Bagaimana Menulis essay yang menarik dan terpercaya?

Bagaimana Menulis essay yang menarik dan terpercaya? 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), esai atau essay adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Singkatnya, essay ini adalah tulisan yang isinya sebuah opini, gagasan terhadap terhadap sebuah isu, kondisi atau peristiwa. Karena essay berisi gagasan penulis, maka diperlukan fakta-fakta pendukung untuk memperkuat argumentasi dan membutuhkan penjelasan yang lebih rinci.

Agar pembaca tertarik maka dalam menulis essay sebaiknya tidak terlalu banyak meng copy paste tulisan-tulisan yang sudah ada. Jika memang mengambil tulisan dari artikel lain maka penulis diharuskan menuliskan sumber secara jelas. Tulisan tidakboleh di copy paste apa adanya, penulis harus melakukan modifikasi atau penyesuaian-penyesuain agar konteks penulisan seuai dengan gagasan dan tujuan penulisan essay.

Mari kita mencoba Menyusun essay dengan Langkah senagai berikut :

1.    Rumuskan masalah dari isu, kondisi atau peristiwa yang ada. Rumusan masalah harus berdasarkan penelitian, analisis, deskripsi, perbandingan, dan sebagainya. Penulisan essay berlandaskan sudut pandang yang luas dan secara umum bisa diterima oleh pembaca. Karena essay bukan merupakan kritik sastra yang hanya berdasarkan penilaian personal.  

2.    Memberi argumentasi, menjelaskan argumen dan memasukkan fakta pendukung, oleh karena itu penulis perlu melakukan riset dan merangkum berbagai fakta-fakta dari sumber terpercaya untuk memperkuat argumen. Penulis perlu melakukan observasi langsung, wawancara, mendokumentasi dan melakukan kajian literasi dengan mencari berbagai macam sumber yang ada. 

3.    Susunlah menjadi beberapa paragraph yang berisi :

-          Pendahuluan / orientation

-          Isi / Argumentation

-          Kesimpulan / reorientation  

Syarat Teknis penulisan :

-          Biasanya essay terdiri dari 1000 s.d. 3000 kata

-          Ukuran kertas : A4 ( lebar 21 cm Panjang 29,7 cm)

-          Spasi penulisan 2,5 cm

-          Font : Tahoma 12 atau New times roman 12

-          Tulisan disertai foto atau gambar ilustrasi

4.    Tuliskan sumber dan rujukan  untuk menghindari tindakan plagiarisme dan juga menjadi bukti bahwa sumber yang digunakan memang valid.

5.    Baca kembali essay kamu secara perlahan dan teliti untuk memastikan apakah tulisan sudah benar, mudah dipahami atau belum. Selain itu, cek Kembali tata bahasa dan kosakata yang digunakan agar essay enak dibaca dan benar dalam penulisannya. 

 

Sumber:

 https//:zenius.net/5 Cara Menulis Essay (diakses tanggal 24 September 2025)

 Kontributor : Admin W-ijen

Rabu, 07 Mei 2025

Tembang Pocung



 Serat Wedhatama (Tembang Pocung)

Dalam serat Wedhatama terbagi menjadi 100 pupuh yang dibagi dalam 5 lagu berisi falsafah kehidupan.

Pupuh 1

Ngelmu iku
Kelakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budya pengakese dur angkara

Terjemahan :

Ilmu itu

Tercapainya dengan cara laku (olah diri)
Permulaannya dengan sungguh-sungguh

Maksudnya sungguh-sungguh mengukuhkan tekad (tujuan)

Setia (terus-menerus) mengolah budi (dalam) memberantas angkara murka (sumber keburukan)

Pupuh 2

Angkara gung neng angga anggung
Gumulung
gegolonganira, triloka leker kongsi
Yen der umbar ambabar dadi rubeda

Terjemahan:

(Yakni) angkara besar

Yang bertempat dalam diri (badan) yang selalu

Bergulung-gulung

Yang jenis-jenisnya menjangkau atau menempati tiga dunia dalam diri (tempat representasi nafsu berpusar)

Karena jika dibiarkan merebak bisa memunculkan bahaya atau keruwetan

Pupuh 3

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun
Semune ngaksama
Sasamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martatama

Terjemahan:

Berbeda dengan yang sudah jatuh hati pada hal kebaikan,

perilakunya selalu penuh kehati-hatian pada perilaku yang keliru

Selalu sabar (tenang) berusaha tetap menjalani kehidupan di jalan yang baik dan benar.



Jumat, 21 Februari 2025

Sang Bocah Jenius


Edmond Albius: Bocah 12 Tahun Yang Mengubah Dunia Dengan Teknik Sederhana 

Kalau dibilang inovasi itu selalu butuh alat canggih dan pendidikan tinggi, kisah Edmond Albius adalah bantahannya. 

Bayangin, seorang bocah 12 tahun, terlahir sebagai budak tanpa pendidikan formal, berhasil menemukan teknik yang mengubah dunia vanilla selamanya. Dan ya, itu semua dilakukan dengan alat sederhana—sepotong kayu atau daun rumput!

Vanilla dan Masalahnya di Pulau Reunion

Cerita ini bermula di awal 1800-an. Orang-orang Prancis membawa tanaman vanilla dari Meksiko ke Pulau Reunion (tempat Edmond lahir pada tahun 1829, dekat Madagaskar) dan Mauritius. Mereka berharap vanilla bisa tumbuh subur di sana. 

Masalahnya? Vanilla ini butuh bantuan serangga tertentu untuk melakukan polinasi. Di Meksiko, ada lebah liar yang otomatis mengerjakannya, tapi di Reunion? Nihil.

Pada 1830-an, seorang ahli botani Belgia, Charles Morren, mencoba polinasi manual. Caranya berhasil, tapi rumit banget dan makan waktu. Gimana caranya bikin vanilla ini jadi bisnis besar kalau proses polinasinya ribet begitu?

Sang Bocah Jenius

Nah, inilah momen Edmond Albius masuk cerita. Di usianya yang baru 12 tahun, bocah ini melihat ada cara lebih gampang untuk melakukan polinasi vanilla. Gimana caranya? Sederhana banget.

Dia pakai daun rumput atau serpihan kayu kecil untuk membuka "tutup" bunga vanilla.

Lalu dia melipat bagian jantan bunga (stamen) sehingga bisa menyentuh bagian betina (pistil).

Dengan jempolnya, dia menekan sedikit untuk memastikan polinasi berhasil.

Voila! Vanilla terpolinasi dengan cepat dan efisien. Teknik ini nggak cuma bikin polinasi jadi gampang, tapi juga bikin bisnis vanilla meledak. Pulau Reunion langsung jadi salah satu produsen vanilla terbesar di dunia.

Inovasi Sederhana, Dampak Besar

Meskipun tekniknya sederhana, efeknya luar biasa. Vanilla, yang tadinya dianggap mustahil ditanam di luar Meksiko, mendadak jadi komoditas global. 

Bahkan sampai hari ini, teknik Albius masih dipakai di Madagaskar, yang kini menjadi pemasok vanilla terbesar di dunia.

Kisah Tragis Sang Inovator

Sayangnya, Edmond Albius nggak sempat menikmati hasil jerih payahnya. Sebagai seorang budak, ia nggak pernah benar-benar diakui selama hidupnya. 

Dia meninggal dalam kemiskinan, tanpa tahu kalau tekniknya akan dikenang sebagai salah satu inovasi paling signifikan dalam sejarah botani. Baru bertahun-tahun setelah kematiannya, dunia mulai sadar betapa besar kontribusinya.

Pelajaran dari Edmond Albius

Kisah Edmond Albius adalah bukti nyata kalau inovasi nggak selalu butuh hal-hal rumit. Kadang, yang diperlukan hanya cara pandang berbeda dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru, bahkan dengan alat sesederhana daun rumput. 

Jadi, siapa bilang ide besar harus dimulai dari sesuatu yang besar?
Edmond Albius: Bocah 12 Tahun Yang Mengubah Dunia Dengan Teknik Sederhana 

Kalau dibilang inovasi itu selalu butuh alat canggih dan pendidikan tinggi, kisah Edmond Albius adalah bantahannya. 

Bayangin, seorang bocah 12 tahun, terlahir sebagai budak tanpa pendidikan formal, berhasil menemukan teknik yang mengubah dunia vanilla selamanya. Dan ya, itu semua dilakukan dengan alat sederhana—sepotong kayu atau daun rumput!

Vanilla dan Masalahnya di Pulau Reunion

Cerita ini bermula di awal 1800-an. Orang-orang Prancis membawa tanaman vanilla dari Meksiko ke Pulau Reunion (tempat Edmond lahir pada tahun 1829, dekat Madagaskar) dan Mauritius. Mereka berharap vanilla bisa tumbuh subur di sana. 

Masalahnya? Vanilla ini butuh bantuan serangga tertentu untuk melakukan polinasi. Di Meksiko, ada lebah liar yang otomatis mengerjakannya, tapi di Reunion? Nihil.

Pada 1830-an, seorang ahli botani Belgia, Charles Morren, mencoba polinasi manual. Caranya berhasil, tapi rumit banget dan makan waktu. Gimana caranya bikin vanilla ini jadi bisnis besar kalau proses polinasinya ribet begitu?

Sang Bocah Jenius

Nah, inilah momen Edmond Albius masuk cerita. Di usianya yang baru 12 tahun, bocah ini melihat ada cara lebih gampang untuk melakukan polinasi vanilla. Gimana caranya? Sederhana banget.

Dia pakai daun rumput atau serpihan kayu kecil untuk membuka "tutup" bunga vanilla.

Lalu dia melipat bagian jantan bunga (stamen) sehingga bisa menyentuh bagian betina (pistil).

Dengan jempolnya, dia menekan sedikit untuk memastikan polinasi berhasil.

Voila! Vanilla terpolinasi dengan cepat dan efisien. Teknik ini nggak cuma bikin polinasi jadi gampang, tapi juga bikin bisnis vanilla meledak. Pulau Reunion langsung jadi salah satu produsen vanilla terbesar di dunia.

Inovasi Sederhana, Dampak Besar

Meskipun tekniknya sederhana, efeknya luar biasa. Vanilla, yang tadinya dianggap mustahil ditanam di luar Meksiko, mendadak jadi komoditas global. 

Bahkan sampai hari ini, teknik Albius masih dipakai di Madagaskar, yang kini menjadi pemasok vanilla terbesar di dunia.

Kisah Tragis Sang Inovator

Sayangnya, Edmond Albius nggak sempat menikmati hasil jerih payahnya. Sebagai seorang budak, ia nggak pernah benar-benar diakui selama hidupnya. 

Dia meninggal dalam kemiskinan, tanpa tahu kalau tekniknya akan dikenang sebagai salah satu inovasi paling signifikan dalam sejarah botani. Baru bertahun-tahun setelah kematiannya, dunia mulai sadar betapa besar kontribusinya.

Pelajaran dari Edmond Albius

Kisah Edmond Albius adalah bukti nyata kalau inovasi nggak selalu butuh hal-hal rumit. Kadang, yang diperlukan hanya cara pandang berbeda dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru, bahkan dengan alat sesederhana daun rumput. 

Jadi, siapa bilang ide besar harus dimulai dari sesuatu yang besar?

Vanilla yang kita nikmati hari ini adalah buah dari ide sederhana bocah 12 tahun yang tanpa pendidikan formal, tapi punya kejeniusan luar biasa. Kalau Edmond Albius bisa, kenapa kita nggak?

Vanilla yang kita nikmati hari ini adalah buah dari ide sederhana bocah 12 tahun yang tanpa pendidikan formal, tapi punya kejeniusan luar biasa. Kalau Edmond Albius bisa, kenapa kita nggak?

Dari FB Indratno Widiarto