Tampilkan postingan dengan label aneka ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aneka ragam. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Oktober 2025

Dasanama

Dasanama

Dasanama adalah persamaan istilah suatu kata dalam bahasa Jawa yang memiliki makna sama atau hampir serupa.

Janaka    : Arjuna, Premadi, Margana, Pamadya, Dananjya, Mintaraga, Ciptahening, Prabu Kariti, Kendhitatnala, Palguna, Kombang Ali-Ali, lamprong, Endra Putra, Endra Tanaya, Wijanarka.

Werkudara    :Bima, Bratasena, Wijasena, Bayu Suta, Bayu Putra, Arya Panenggak, Jagal Bilawa.

Puntadewa    :Yudhistira, Wijakangka, Gunatali, Krama, Ajata Satru. 

Kresna    :Nayarana, Padmanaba, Wresniwira, Ari Murti, Wisnu Murti, Wasu Dewa Putra, Narasinga.

Anoman    :Anjani Putra, Kapiwara, Rewandapingul, Wanara Seta, Senggana, Rama Handayapati.

Duryudana    :Kurupati, Suyudana, Dastradmaja, Gendari Suta, Jakapitana, Tri Panangsah, Pambangun Kuru, Kurendra Pati. 

Semar    :Ismaya, Badranaya, Nayantaka, Sukma Sejati, Sukma Ekalaya.

Bathara Guru    :Girinata, Sang Hyang Jagad Nata, Pukulan Pramesthi, Ciwa Maha Dewa.

Kuning    : Jenar, kaporanta, pita

Lanang     : Jaler, jalu, priya, purusa, kakung

Langit    : Boma, bomantara, akasa, antariksa, wiyat, wiyati, cakrawala, gagana, widik-widik, byoma, antarariya

Lintang    : Kartika, sasa, sudama, tranggana, wintang

Macan    :Mong, sardula, singa

Mangan    :Boga, bukti, dhahar, madhang, nadhah, nedha

Manuk    :Kaga, kukila, paksi, peksi

Manungsa    :Jalma, jana, janma, manus, nara, wong

Mata    :Aksi, eksi, mripat, pandulu, netra, soca

Mayit    :Bangke, jisim, kunarpa, kuwanda, wangke, sawa

Buta    :Asura, danuja, diyu, ditya, denawa, yaksa, kelana, raseksa, wil

Dalan    :Marga, sopana, ênu, lêbuh, lurung, yana, hawan

Dewa    :Absara, dewata, bathara, jawata, amara, rêsi-gana, hyang, widadara, nasa, sura

Gajah    :Asti, dirada, èsthi, dwipangga, liman, dipa, diradha

Gawe    :Makarya, ambangun, karya, kardi, karti, yasa

Geni    :Agni, api, dahana, brama, pawaka, siking, guna, puyika, latu, puya

Getih    :Ludira, rah, rudhira

Gunung    :Aldaka, ancala, ardi, bukita, giri, meru, parwata, prabata, redi, wukir

Ibu    :Biyang, biyung, indhung, puyengan, rena, wibi

Ireng    :Cemeng, langking, kresna, jlitheng

Abang    :Abrit, mbranang, dadu, jingga, merah, rekta

Alas    :Wana, bana, tarataban, girang, lirang, utan, baga, wulusan, wêlahan, wanawasa, wanadri, jênggala, kênana

Anak    :Suta, putra, sunu, yoga, siwi, wêka, tanaya, atmaja, siwaya, ja, patut, banu

Angin    :Riwut, bajra, sindhung, anila, bayu, aliwawar, tata, barat, samirana, wirayang

Ati    :Driya, galuh, kalbu, nala, panggalih, prana, tyas,

Awak    :Angga, badan, raga.

Banyu    :Her, warih, ranu, sindu, tirta, we, jala.

Bapak    :Rama, sudarma, sudarmi, yasadarma, yayah

Bledheg    :gludhug, grah, guntur, gumita, pater, thathit Bajra, erawati, gelap,

Bumi    :Bawana, buwana, bantala, basundra, jagad, kisma, mandhala, pratiwi, pratala.

Iwak    :Mina, jita, matswa, oti, wiyangga, mira, maswa

Jaran    :Swa, aswa, turangga, wajik, undhakan, kalangkya

Jeneng    :Bisikan, parab, juluk, têngran, sêbut, wêwangi, asma, sambat, têngêran

Kali    :Bangawan, lepen, loh,narmada 

Kanca    :Kanthi, rowang, rewang, graya, pasaya

Kayu    :Kadi, kadya, lir, mimba, pendeh, pindha, yayah

Kebo    :Maesa, misa, mundhing

Kembang    :Kusuma, padma, puspita, sekar

 Kethek    :Juris, kapi, munyuk, palwaka, pragosa, rewanda, wanara, wre

Kraton    :Dhatulaya, kadhaton, kadhatun, pura, puri

Mati    :seda Antaka, ngemasi, lalis, lampus, layon, lena, mancal donya, murud, padhem, palastra, pralaya, pralena

Misuwur    :Kajanapriya, kajuwara, kalok-kaloka, kasub, kawarti, kasusra, kawentar, kondhang, kongas, kontap

Omah    :Graha, griya, panti, wisma, yasa

Panah    :Astra, bana, jemparing, naraca, sara, warastra

Pandhita    :Ajar, dwija, dwijawara, maharsi, mahayeksi, muni, resi, suyati, wiku, wipra,

Perang    :Bandayuda, jurit, laga, pupuh, rana, yuda

Pinter    :Guna, lebda, limpad, nimpuna, putus, wasis, widagda, widura, wignya

Putih    :Dwala, pingul, seta

Ratu    :Aji, buminata, bumipati, dhatu, katong, naradipa, naradipati, narpa, narpati, narendra, nareswara, nata, pamasa, parameswara, raja, sri, sribupati

Rembulan    :Badra, basanta, candra, lek, sasadara, sasangka, sasi, sitoresmi, sitengsu, wulan

Rambut    :Rikma, weni, keswa, roma, sinom, jatha, rema

Segara    :Ernawa, jalanidhi, jaladri, laut, samodra, tasik, udaya

Sedhih    :Duhkita, kingkin, margiyuh, rimang, rudah, rudatin, rudatos, rudita, sungkawa, susah, tikbra, turida, wigena

Senapati    :Bretyapati, hulubalang, narawara, senapatya

Sirah    :Kumba, murda, mustaka, ulu, utamangga

Selamet    : Basuki, raharja, rahayu, swasta, sugeng, yuwana, widada 

Srengenge    :Arka, aruna, bagaskara, bagspati, baskara, dewangkara, pradangga, raditya, radite, rawi, surya,

Ula    :Naga, sarpa, sawer, taksaka

Wadon    :Dayinta, dyah, gini, juwita, kusuma, putri, retna, rini, wanita, wanodya, widawati

Weruh    :Anon, myat, priksa, udani, uning, uninga, upiksa, wikan, wrin



Selasa, 23 September 2025

Menyusun Buku Antologi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI),  antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. Secara lebih luas, antologi juga bisa diartikan sebagai kumpulan karya sastra (seperti puisi, cerpen, atau prosa) yang sejenis dan memiliki tema yang sama, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan.  Namun, membuat buku  antologi yang baik bukanlah sekadar mengumpulkan tulisan lalu menerbitkannya. Tulisan perlu di kurasi, melalui proses editing, dan membuat strategi yang cermat agar antologi terasa berurutan, mengalir, dan memiliki daya Tarik tersendiri.

Antologi bukan sekadar kumpulan karya, melainkan membuat buku Antologi adalah sebuah proyek kreatif dan kolaboratif yang membutuhkan penyatuan ide di bawah satu tema besar yang sesuai dengan minat para penulisnya.

 Buku Antologi dapat berbentuk:

  • Kumpulan cerpen bertema tertentu
  • Puisi dari berbagai penulis dengan tema tertentu
  • Kumpulan Essay, artikel dengan tema tertentu
  • Surat-surat pribadi atau memori kolektif 

Menentukan Tema Antologi :

Tema adalah “urat nadi” sebuah antologi , tanpa tema yang jelas dan kuat, antologi akan terasa longgar dan tidak fokus. Tema membantu menjaga konsistensi antara satu karya dan karya lainnya. Memberikan arah bagi para kontributor dalam menulis dan Meningkatkan daya tarik pembaca, serta mempermudah untuk mempromosikannya

Tips menentukan tema:

  • Pilih tema yang cukup luas untuk memungkinkan variasi, tapi cukup spesifik untuk menjaga kesatuan.
  • Pertimbangkan segmen pembaca
  • Tujuan pembuatan buku antologi

Selanjutnya Pilih tema dan judul yang anda minati agar proses editing dan penyusunan tetap bersemangat. Pertimbangkan konteks kewilayahan, dan sosial budaya. Misalnya daerah, desa atau kelompok masyarakat, komunitas yang dekat dengan penulis maupun pembaca.

Contoh tema antologi:

  1. Jejak Perempuan dalam Sejarah”: Cerita pendek, esai, dan puisi tentang pahlawan wanita dari berbagai era.
  2.  Musim dan Rasa”: Puisi tentang pengalaman manusia dalam tiap perubahan musim.
  3. Kota Pertama”: Memoar dan cerita tentang pengalaman hidup pertama kali di kota besar.
  4. Cerita Pepunden dari Madiun” cerita-cerita rakyat dan sejarah situs budaya yang ada di madiun
  5.  Situs mistis Pasar Pundensari dan kisah-kisah lainnya” kumpulan essay tentang kearifan lokal yang ada di wilayah Madiun  

Menyusun Rencana dan Struktur Buku

1.    Perencanaan :

  1.       Jumlah kontributor: Tentukan sejak awal agar proporsi konten seimbang. Misalnya 10–20 penulis.
  2.       Panjang total buku: Ideal untuk antologi adalah sekitar 150–250 halaman.
  3.       Timeline pengerjaan: Buat jadwal ketat mulai dari open call, seleksi, editing, hingga cetak.
  4.       Format tulisan:

            - Cerpen: 1.500–3.000 kata
            - Esai: 1000–2.500 kata
            - Artikel : 1.000 – 3.000 kata
            - Puisi: bebas tapi maksimal 40 baris
            - Ukuran kertas : A4 ( lebar 21 cm Panjang 29,7 cm)
            - Spasi 2,5 cm
            - Font : Tahoma 12 atau New times roman 12
            - Tulisan disertai foto atau gambar ilustrasi


2.    
Struktur antologi:

-          Pembukaan: Kata pengantar editor atau kurator.

-          Daftar kontributor: Profil singkat setiap penulis.

-          Cover buku:

-          Harus mencerminkan tema besar.

-          Warna, ilustrasi, dan tipografi harus harmonis dan “eye-catching”.

-     Layout isi: Gunakan satu kolom untuk prosa; dua kolom kecil cocok untuk puisi. Pastikan font konsisten (misal, Tahoma 12 untuk teks isi).

-          Pertimbangkan jasa desainer grafis profesional untuk hasil maksimal.

3.    Menerbitkan Buku Antologi

Tentukan penerbitan sesuai kebutuhan dan tujuan.

1.    Self-publishing: Platform seperti Amazon KDP, Google Play Books, atau lokal seperti Penerbit Deepublish. Anda mengontrol harga, cover, dan distribusi, tapi semua biaya di tangan Anda.

2. Penerbit mayor: Biasanya lebih selektif, Prosesnya panjang tapi mendapatkan bantuan profesional dan jaringan distribusi luas.

3.    Pastikan mengurus ISBN di Perpusnas agar buku Anda resmi terdaftar.

Sumber:

https//haqipublisher.com/Panduan Lengkap Cara Menulis Buku Antologi (diakses tanggal 24 September 2025)

Kontributor : Admin W-ijen


Selasa, 26 September 2023

SRIMULAT

                     

R.A.Srimulat


                     Raden Ayu Srimulat Sang primadona Jawa yg berjiwa modern

           (7 Mei 1905 – 1 Desember 1968) 

Adalah pemain sandiwara panggung, pemain film & penyanyi pada era akhir 50-an hingga akhir 60-an. R.Ayu Srimulat adalah anak dari R.M Aryo Rumpoko Tjitrosoma, seorang wedono di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah & R. Ayu Sedah. Lahir di Desa Botokan, Klaten pada 7 Mei 1905. Setelah ibu kandungnya wafat, pada usia 6 tahun Srimulat dibawa ke rumah kakak ayahnya, Raden Mas Sunarjo. Sunarjo waktu itu bekerja sebagai komisaris asisten residen di Klaten. Gadis kecil itu disekolahkan kakaknya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di kawasan Klaseman, Gatak, Sukoharjo. Baru setelah menginjak usia remaja, Srimulat kembali ke rumah ayahnya yg ditunjuk menjadi wedono di Bekonang, Sukoharjo. Ia melanjutkan sekolahnya di Koningin Emma School di Solo. Hanya beberapa bulan mengenyam pelajaran, Srimulat disuruh berhenti sekolah oleh ibu tirinya. Putri ningrat tak perlu sekolah tinggi-tinggi, begitu kata ibu tirinya. Srimulat sangat terpukul. Apalagi ia tak mendapat pembelaan dari ayahnya. Srimulat lantas dipingit. Seperti kisah putri2 bangsawan yg menjalani pingitan, masa remaja Srimulat hanya dihabiskan dlm kungkungan dinding kewedanaan saja. Ia belajar berbagai macam keterampilan dari para abdinya. Usianya baru 12 tahun tapi sudah pintar menembang, menari, & juga membatik. Kadang2 kalau lagi senggang, ayahnya kadang2 mendampingi Srimulat & saudara2nya di saat belajar menari & menembang. Hidup Srimulat penuh dgn suara tembang, bunyi gamelan & gerak tari. Dibandingkan saudara2nya, Srimulat anak yg paling cepat menangkap ajaran kesenian yg diberikan ayah & abdinya. Orang tuanya lalu menikahkan Srimulat dgn seorang kerabat dekat ayahnya bernama Raden Hardjowinoto. Usianya waktu itu baru 15 tahun. Rumah tangganya tak berlangsung lama. Srimulat diterpa kemalangan secara beruntun. Anaknya yg baru berusia 2,5 tahun meninggal dunia lalu disusul suaminya 3 bulan kemudian. Kesedihannya semakin bertambah saat ayahnya mencari selir2 baru. Muak akan kehidupan feodal priyayi & praktik perseliran di dalam kompleks rumahnya sendiri Srimulat bertekad minggat. Suatu malam ia memutuskan kabur dari rumah. Berbekal uang 3,5 sen ia pergi ke Surakarta lalu ke Yogyakarta. Ia melamar kerja ke dalang Ki Tjermosugondo yg sedang kondang. Setahun kemudian, Srimulat bergabung dgn Ketoprak Candra Ndedari pimpinan Ki Retsotruno yg kebetulan sedang pentas di Alun-alun Utara. R.A.Srimulat mengawali kiprahnya sebagai pemain rombongan ketoprak Mardi Utomo di Magelang & Rido Carito. Ketenarannya menembus baik lapisan atas maupun bawah masyarakat. Srimulat tak segan menari bersama penari2 lokal di sejumlah daerah membawakan tari2an daerah yg tak begitu dikenal. Ia juga bersedia diundang dlm acara tradisional penebangan pohon2 jati tua di sebuah desa di Blora, Jawa Tengah. Srimulat pindah ke panggung Wayang Orang Ngesthi Rahayu yg dipimpin Nyi Murtiasih dari Jawa Timur. Kebetulan suami Murtiasih punya grup orkes yg sering tampil di pesta perkawinan. Srimulat pun diminta bernyanyi dgn iringan musik irama keroncong & Hawaiian. Sewaktu digelar pasar malam di Magelang, ia berjuampa dengan Mannoek, bos penyelenggara pasar malam. Ia pun berkelana dari kota ke kota mengisi panggung hiburan pasar malam. Dalam waktu singkat Srimulat, anak priyayi & gadis pingitan itu, menjelma menjadi perempuan yg mandiri. Ia menentang arus saat itu, menolak menjadi Raden Ayu & memilih menjadi sri mahapanggung atau ratu panggung,. 

Pendiriannya yg keras membuatnya membela mati2an seorang pesinden bernama Nyai Mas Sulandjari yg berhasil memenangkan lomba kontes batik di Pasar Malam Amal Yogyakarta pada 1938. Kemenangan Sulandjari itu diprotes keras para bangsawan Yogyakarta & Surakarta. Apalagi Sulandjari berhasil mengalahkan putri-putri ningrat. Mendengar Sulandjari dihina, Srimulat melawan para bangsawan itu. Melalui wawancara dengan mingguan Darmo Kondho & Penjebar Semangat, Srimulat menyatakan dukungannya kepada Sulandjari sembari mengkritik keras para kaum ningrat. "Siapa yg lebih berhak memberikan penilaian dlm kontes semacam itu?," tanyanya sinis. Di sisi lain, Srimulat pernah dikontrak untuk masuk dapur rekaman oleh perusahaan piringan hitam Burung Kenari, Columbia & His Master's. Suara merdunya yg melantunkan lagu Kopi Susu, Padi Bunting, Janger Bali, dsb. Saat itu hanya kaum berpunya saja yg bisa memiliki gramofon untuk memutar piringan hitam. Budayawan Arswendo Atmowiloto menggambarkan Srimulat sebagai seorang penampil yg meletakkan dasar2 seorang artis modern. "Sikapnya terbuka pada segala jenis tarian. Ia turun ke pelosok, ke pusat keramaian membawakan secara live lagu yg sedang ngetop." Di pentas wayang orang ia tampil di kelompok Srikuncoro. Selain itu, ia juga pernah membintangi film Sapu Tangan (1949), Bintang Surabaja (1951), Putri Sala (1953), Sebatang Kara (1954) dan Radja Karet dari Singapura (1956). Teguh Srimulat. yg merupakan suami terakhir sekaligus suami yg bepengaruh dalam hidup Srimulat. Sukses di panggung, Srimulat kurang berhasil dalam berumahtangga. Tiga kali pernikahannya selalu kandas. Pada tahun 1947 di Purwodadi, Grobogan,Srimulat satu panggung dgn Orkes Keroncong Bunga Mawar dari Solo. Gitaris orkes tersebut bernama Kho Tjien Tiong (dikenal dengan Teguh Slamet Rahardjo). Kedua saling terpikat. Sehabis pentas di Purwodadi mereka resmi berpacaran. Usia mereka terpaut jauh. Teguh jejaka berusia 21 tahun sementara Srimulat berusia 39 tahun. Pada 8 Agustus 1950, R.A.Srimulat menikah dgn Teguh Slamet Rahardjo (Kho Djien Tiong) yg berusia 24 tahun. Pada saat yg sama dibentuk rombongan kesenian keliling bernama Gema Malam Srimulat. Gema Malam Srimulat adalah sebuah kelompok kesenian yg menyuguhkan gabungan antara lawak & nyanyi terutama lagu2 langgam Jawa & keroncong. Penyanyinya waktu itu antara lain Kusdiarti, Suhartati, Ribut Rawit, Maleha, Rumiyati & Srimulat sendiri sedangkan Teguh menjadi pemain gitar & biola. Sebelum memasuki tahun 1957, Gema Malam Srimulat berganti nama menjadi Srimulat Review. Memasuki 1957 namanya berubah lagi menjadi Aneka Ria Srimulat. Salah satu momen bersejarah bagi Srimulat & Teguh adalah keputusan mereka pindah ke Surabaya dari Surakarta sekitar Peristiwa G 30 S. Suatu malam pada 1965, tak lama sebelum geger 30 September, Srimulat berbisik di telinga Teguh Slamet Rahardjo, suaminya. “Sebentar lagi bakal ada ontran2. Pak Jenderal meminta kita untuk berhati-hati. Sebaiknya kita tidak pulang dulu ke Solo untuk waktu cukup lama,” kata Srimulat, dikutip Sony Set & Agung Pewe dalam bukunya, berjudul Srimulat, Aneh yg Lucu.

Saat itu Srimulat sudah dua tahun hijrah dari Solo ke Surabaya. Tak hanya para pelawak & awak Srimulat yg boyongan ke Surabaya, tapi juga berikut semua anggota keluarganya. Boyongan Srimulat besar-besaran ini juga merupakan ide dari Srimulat. Melihat situasi politik di Solo makin panas, Srimulat merasa kelompok mereka harus pindah. “Situasi negara sedang gonjang-ganjing. Sebaiknya seluruh anak panggung & artis kita pindah ke Surabaya,” Srimulat menyampaikan usulnya ke Teguh. Teguh tentu saja kaget bukan kepalang mendengar ide istrinya. Memindahkan belasan orang saja sudah sulit, apalagi memindahkan puluhan anggota Srimulat. Tapi Srimulat terus meyakinkan Teguh. “Jika mereka tak pindah ke Surabaya, aku takut mereka akan jadi korban.” Ketika itu, gesekan antara kelompok2 ‘kiri’ dgn lawan2 politiknya makin sering terjadi. Masing2 kelompok berusaha menarik sebanyak mungkin pendukungnya ke kubunya. Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yg punya hubungan dekat dgn Partai Komunis Indonesia (PKI) terus mendesak mereka agar bergabung dengan Lekra. Srimulat & Teguh yg memang tak tertarik dengan politik tidak mau terseret dlm perkubuan itu. Untuk melindungi grup Srimulat, mereka mencari perlindungan ke militer. Kebetulan Srimulat memang dekat dgn sejumlah perwira militer. Kedekatan yg kadang bikin Teguh sendiri tak habis pikir. Kedekatan Srimulat dgn para perwira itu pula yg membuat pertunjukan grup Srimulat pada masa-masa tegang itu sering dijaga tentara. Hijrah Srimulat ke Surabaya itu lah yg menyelamatkan kelompok itu. Srimulat meninggal dunia pada tahun 1968. Sepeninggal dirinya, Aneka Ria Srimulat dilanjutkan oleh Teguh dgn berfokus sebagai grup lawak.

Sumber : Lesbumi NU kota Madiun

Kamis, 14 September 2023

Manfaat Tanaman "Jayanti"

Jayanti plant

Jayanti adalah sejenis perdu atau pohon kecil dari famili Papilionaceae.Tanaman dengan nama Latin Sesbania sesban ini memiliki beberapa nama dalam bahasa Jawa, yaitu janti, giyanti, atau kelor warna. Di Indonesia, Jayanti banyak ditemukan di Pulau Jawa, khususnya daerah persawahan dan perkebunan Hampir seluruh bagian tanaman jayanti dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan, pakan ternak, ataupun bahan bangunan.


Dalam kehidupan sehari-hari, hampir seluruh bagian tanaman jayanti dapat dimanfaatkan, baik sebagai obat-obatan maupun bahan pangan. Daunnya dapat digunakan untuk lauk dan mengobati tuberkulosis, kencing nanah, infeksi ginjal, dan demam.Selain itu, olahan kulit kayu tanaman jayanti mampu mengobati kesulitan buang air kecil dan berkeringat. Akarnya juga dimanfaatkan untuk mengobati kencing nanah dan sifilis.

Dalam dunia pertanian, daun tanaman jayanti digunakan sebagai bahan pembuat pupuk organik dan pakan ternak.

Wikipedia

Selasa, 09 Mei 2023

Lirik Lagu Pecel Madiun

 

Pecel Madiun

Ciptaan : Lambertus Suwiryo


Nasi Pecel Madiun

Peninggalan warisan leluhur

Ciri khasnya dibungkus daun

Pecel Madiun Termasyur

E…..o…..a…E…O

Nikmat Dan murah Harganya

Dimana-mana disukai Tua Dan Muda

E..o…A…e…O…

Di Seluruh Indonesia

Bahkan di Manca Pecel Madiun disuka

Lestarikan, Kawan Pecel Madiun Tercinta 

Lestarikan, Kawan warisan leluhur kita.

 Intro……

Pecel Gendong Madiun

Tersebar Di pelosok Kotaku

Makan Pagi, Siang dan Malam Tetap Lezatlah Pecelku

E..o…A…E…O…

Sambal Pedas, Sayur, Lalapan

Yang aku suka dan kucinta Pecel Madiun

E..o…A…E…O…

Dulu, kini dan masa depan

Tetap Kucinta Pecelku Pecel Madiun

Lestarikan, Kawan Pecel Madiun Tercinta

Lestarikan, Kawan Warisan Leluhur Kita.


Mars Guru Penggerak  cipt. KBGP (komunitas Belajar Guru Penggerak)

Bulatkan tekad kuatkan hati

Neg'ri ini memanggilmu kawan

Belajar bergerak berbagi untuk neg'ri

Guru penggerak majukan pendidikan

Guru penggerak menghamba pada murid

Kreatif rancang pembelajaran

Hargai potensi tingkatkan prestasi

Lahirkan profil pelajar Pancasila

Belajar bergerak berbagi untuk neg'ri

Kita menjalin kolaborasi

Belajar bergerak berbagi untuk neg'ri

Demi bakti pada Ibu Pertiwi


Sabtu, 09 April 2022

Rondo semoyo Tanaman insulin palsu

 

rondosemoyo

Hati hati, sangat di sayangkan tanaman ini di beri nama tanaman insulin, tanaman ini mempunyai nama lokal Pahitan/kipahit/rondosemoyo

Tanaman ini oleh petani jaman dulu atau petani organik di pakai sbg pengganti Pestisida karna saking Pahitnya

Memang benar bisa menurunkan kadargula darah tp hanya menurunkan dm sifatnya sementara, tp ada konsekwensinya karna daun ini sangat pahit sekali kasian ginjal yg bekerja super extra biasanya ada indikasi setelah meminum tanaman ini badan berringat itu pertanda ginjal anda sedang bekerja keras,

Mengapa tanaman ini bisa bernama daun insulin, Karna daun insulin yg Asli sangat susah di dapatkan,dan harganya mahal serbuk daun insulin Asli harga kisaran 250.000/kg jd jika anda dapat daun insulin harga di bawah itu kemungkinan itu daun insulin palsu, apa ciri ciri daun insulin asli, oh iya nama daun insulin asli namanya "Yacon"  mempunya ciri dia hanya hidup 1 kali dalam 1 tahun, yacon mempunyai umbi, umbi tsb mempunyai rasa yang segar seperti buah per,umbinya amouh menurunkan kolesterol dan hipertensi,juga ada kandungan FOS yang baik untuk orgam pencernaan, bunga insulin asli/yacon kuning seperti bunga matahari tp hanya seukuran uang logam, ada bulu bulu halus pada daun bagian bawah perlu di ketahui tanaman Yacon/insulin yg asli ini tidak begitu pahit seperti tanaman Kipahit/pahitan/ rondo semoyo

Tanaman ini hidup asli dr Pegunungan Andes di Peru, yang mempunyai iklim yg jauh berbeda dgn indonesia, 

Tetapi di indoneisa ada yg berhasil membudidayakan,, di daerah Wonosobo-Jawa tengah




Sumber: grup fb. Tanaman Obat Herbal

Sabtu, 08 Januari 2022

Bungur si bunga Sakura Jawa

  Taman Sumberwangi PSC Kota Madiun





Bungur (Lagerstroemia/ˌlɡərˈstrmiə/[1]) adalah sejenis tumbuhan berwujud pohon atau perdu yang dikenal sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan. Bunganya berwarna merah jambu, bila mekar bersama-sama akan tampak indah. Perbanyakan anakannya berasal dari biji yang keluar setelah proses pembungaan selesai. Bijinya berbentuk bulat berwarna coklat sebesar kelereng. Selain itu bisa juga diperbanyak dengan pencangkokan.

Bungur
Lagerstroemia Edit the value on Wikidata
Lagerstroemia indica Blanco1.207.png
Bungur besar Lagerstroemia indica
Taksonomi
DivisiTracheophyta
UpadivisiSpermatophytina
KladAngiospermae
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
Kladsuperrosids
Kladrosids
Kladmalvids
OrdoMyrtales
FamiliLythraceae
GenusLagerstroemia Edit the value on Wikidata
Linnaeus, 1759
Tipe taksonomiLagerstroemia indica Edit the value on Wikidata
Species
Lihat teks

Ada dua jenis bungur yang populer sebagai tanaman hias pekaranganbungur biasa/besar/kebo (L. speciosa), pohon besar mencapai 8 m, dan bungur jepang (L. faurieriL. indica, dan hibrida keduanya) yang lebih kecil, berbentuk perdu. Bungur besar dulu juga banyak ditanam di pekuburan. Kini selain ditanam sengaja di pinggir jalan raya dan halaman rumah, juga banyak tumbuh liar di tepian sungai.

Wikipedia

Ficus fumlia si buah cincau

 Ficus fumlia Dolar Rambat si buah cincau


Ficus fumlia atau lebih dikenal dengan nama dolar rambat, merupakan pohon dari jenis pohon ara yang tumbuh merambat. Pada dolar rambat ini bukan daunnya yang dibuat menjadi jeli atau cincau, tetapi bijinya. Ficus fumila var. Awkeotsang adalah jenis ara yang biasa dijadikan jeli dikenal dengan nama Ai Yu Jelly.

Buah dari pohon mirip dengan buah tin yang berukuran seperti buah mangga kecil. Buah ini dipanen sebelum buahnya menjadi matang. Sebelum dibuat jeli buahnya harus dikering dengan cara dibelah menjadi dua terlebih dahulu.

Pektin adalah bahan yang ada dalam biji yang berfungsi untuk membuat jeli. Pektin ini berada di permukaan biji bukan di dalam biji, sehingga untuk mengaluarkannya perlu digosok bukan ditumbuk menjadi halus. Biji Ai Yu itu akan ditempatkan dalam sebuah kain yang kemudian direndam dalam air dingin dan digosok sehingga jelinya keluar.





Rabu, 17 November 2021

Aneka Jamur disekitar kita


Pleurotus

Pleurotus
Pleurotus sp. pastikan aroma tidak ada yg aneh dan jika mau dikonsumsi mulai dari jumlah kecil.
  
Cybe

Cybe
Seperti Cybe yg not edible, Yg mendekati Cantharocybe
Jamur Topomati, Batang dan gill nya menyatu

Lentinus

Lentinus

 Lentinus/ jamur Tiram biasanya di batang kering. Tentunya Edible

Leucocoprinus not edible

Leucocoprinus not edible
Leucocoprinus not edible 🚫 mirip jamur merang , jika jamur merang batangnya tidak bercincin

jamur merang

jamur merang

jamur merang
Volvariela (jamur Pisang, jerami) ciri khasnya ada tlungkup , tentunya edible 

Lepista sordida/ edible

Lepista sordida/ edible
Lepista sordida/ edible


Termitomyces /Jamur Barat
Termitomyces /Jamur Barat tentunya sangat Edible
Termitomyces /Jamur Barat

Termitomyces /Jamur Barat
Jamur Trucuk ,Termitomyces Clypeatus , ciri khasnya ada menthilnya pada pucuk payung.