Jumat, 07 Maret 2025

Kabupaten Sumoroto

Bagi sebagian orang nama Somoroto mungkin cukup asing di telinga namun ternyata daerah ini pernah menjadi suatu wilayah tingkat kabupaten yang penting di daerah Jawa Timur bagian barat. Kabupaten Somoroto eksis mulai abad 18 sampai akhir abad 19. Kabupaten Somoroto ini dahulu kala terletak di sebelah barat kota Ponorogo, dan berbatasan langsung dengan Madiun di utara, Pacitan-Trenggalek di selatan serta Gunung Lawu di sisi barat. 

Kabupaten Somoroto diketahui sudah muncul sejak akhir abad 18 namun secara resmi pemerintahan baru didirikan pada tahun 1805 dengan bupati awalnya yang bernama Tumenggung Prawirodirjo. Kemudian setelah beliau wafat maka secara berturut-turut digantikan oleh tokoh Tumenggung Sumonegoro, Raden Mas Brotodirdjo, dan Raden Mas Brotodiningrat.

Somoroto sebagai wilayah administrasi kabupaten berada di bawah otoritas keraton Kasunanan Surakarta awal mulanya. Namun setelah tahun 1830 status kewenangannya dicaplok oleh pihak Gubernemen Belanda sebagai dampak dari Perang Jawa. Salah satu ciri kekhasan bupatinya adalah merupakan satu garis trah turun-tenurun mulai dari awal sampai akhir. 

Keberadaan Kabupaten Somoroto setelah eksis selama hampir 80 tahunan akhirnya harus dihapus oleh Gubernemen (Pemerintah Hindia Belanda) pada tahun 1878. Hal ini sesuai dengan Stasstblad No 205 tanggal 28 Juli 1878. Bupati terakhir Somoroto kemudian dimutasi menjadi Bupati Ngawi, yang kebetulan masih kosong saat itu. Kemudian bekas wilayah Kabupaten Somoroto disatukan dengan Kabupaten Ponorogo yang berada di sisi timurnya. Somoroto sendiri merupakan salah satu kabupaten yang paling akhir dihapus oleh pihak Gubernemen pasca terjadinya Perang Jawa saat itu, jika dibanding kabupaten-kabupaten lainnya. 

Jejak kejayaan Kabupaten Somoroto saat ini tentunya dapat kita temukan di wilayah Kecamatan Kauman, Kab. Ponorogo, yakni berupa bekas alun-alun (struktur tata kota lama), lokasi pemakaman para bupati Somoroto di pesarean Srandil, dan juga toponim nama tempat.
Sumber: FB.Eko Jarwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar