Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Sekaran dahulu pernah menjadi sebuah kabupaten (Kadipaten). Kabupaten ini terletak tepat di timur dari kota Bojonegoro. Wilayahnya dilalui arus Sungai Bengawan solo, di sisi timurnya berbatasan dengan Duri, di utara berbatasan dengan Tuban, dan di sisi barat-selatan berbatasan dengan Rajekwesi.
Nama Sekaran punya catatan strategis dalam sepak terjang perjalanan sejarah KeratonJawa. Kabupaten Sekaran berada di bawah yuridiksi Kasultanan Yogyakarta (sesuai hasil Perjanjian Giyanti). Di tempat inilah pernah terjadi peristiwa penting, yakni gugurnya Bupati Wedana Madiun (Kepala Bupati) Raden Ronggo Prawirodirjo III. Beliau gugur pada tanggal 17 Desember 1810 bersama dengan pengikut setianya, tepat di Sungai Bengawan Solo saat berjuang keras menentang kebijakan-kebijakan penindasan H.W.Daendles yang kejam.
Kini, nama wilayah Sekaran hanya menyusut menjadi sebuah desa, di bawah Kecamatan Balen (masuk Bojonegoro). Wilayah Sekaran ini dicaplok oleh Kolonial Belanda (Gupernemen) sejak tahun 1812, akibat konsekuensi peristiwa di atas. Salah satu nama Bupati yang diketahui dari Kabupaten Sekaran ini adalah Raden Tumenggung Prawiroyudo. Beliau memerintah sekitar tahun 1808-1820 an. Beliau membawahi 1.600 cacah saat tahun 1808.
Semoga bermanfaat. 🙏
Unik kali ya menceritakan kabupaten-kabupaten yang sudah "punah" lainnya.
FB: Eko Jarwanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar