Selasa, 18 Maret 2025

Kabupaten Caruban

caruban

Caruban adalah salah satu kota tua yang ada di wilayah Madiun. Dulunya, Caruban ini adalah sebuah kabupaten tersendiri yang sudah muncul sejak periode Kerajaan Mataram. Eksistensi kabupaten ini juga dibilang cukup lama, bahkan sampai menjelang pertengahan abad ke 19. Kabupaten Caruban sendiri memiliki batas-batas sekitarnya, yakni sisi utara dengan Padangan/Rajegwesi, sisi timur dengan Nganjuk/Berbek, sisi selatan dengan Banget, dan sisi barat dengan Muneng/Madiun. Sesuai dengan hasil Perjanjian Giyanti, wilayah Caruban saat itu diberikan kepada otoritas keraton Kasunanan Surakarta. 

Beberapa tokoh bupati yang sempat memerintah di wilayah Caruban diantaranya adalah Raden Sumadirja, Pangeran Mangkudipura I, Raden Tumenggung Wignja Subrata, dan tokoh bupati yang terakhir yakni Raden Tumenggung Martanegara. 

Pada tahun 1830 selepas akhir peristiwa Perang Jawa wilayah Kabupaten Caruban tampaknya masih dipertahankan sebagai sebuah kabupaten. Hal ini setidaknya berlangsung sampai dengan tahun 1838. Kemudian sejak tahun itu pula status Caruban mulai dihapus secara permanen sebagai daerah kabupaten dan mulai ditetapkan hanya sebagai sebatas kawedanan/distrik yang dipimpin seorang wedono saja. Wilayah bekas kabupaten Caruban digabungkan dengan Kabupaten Madiun yang ada di sebelah baratnya. 

Berbagai jejak sejarah Caruban sebagai wilayah kabupaten lama dapat diketahui dari keberadaan makam-makam para tokoh bupati Caruban, penamaan toponimi wilayah, keberadaan struktur tata kota lama, serta dokumentasi peta lama dan arsip. 

Melihat posisi Caruban yang strategis sekian lama ini dan juga penuh kesejarahan, maka akhirnya Pemerintah Kabupaten Madiun yang sebelumnya memiliki pusat ibukotanya ada di Madiun (kota Madiun) dipindahkan ke kota Caruban. Peresmian nama Caruban sebagai ibukota Kabupaten Madiun ditetapkan sejak tahun 2019 oleh Presiden Joko Widodo.

Sumber : FB Eko Jarwanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar