Rabu, 05 Oktober 2011

Benteng Pendem Van Den Bosch, Ngawi

Benteng Pendem Van Den Bosch, Ngawi

Dari depan Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

Simbol depan Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

mekanik penggerak pintu gerbang depan Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

halaman tengah pertama Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

pose di depan lorong Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

tampak megah....Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

bekas kantor utama Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

halaman utama, tower jam  Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

tampak dari belakang Benteng Pendem / Van Den Bosch, Ngawi

Bagi warga Ngawi keberadaan Benteng Pendhem tidak asing lagi.Bangunan kuno itu berada di areal pertemuan aliran Bengawan Solo dengan Sungai Madiun.Tepatnya,di Kelurahan Pelem,Kecamatan Ngawi.Heritage yang berdiri di lahan 18 hektar itu menyuguhkan kemegahan cagar budaya dengan mengadopsi arsitektur Belanda.Tembok dan tiang penyangga masih berdiri kokoh.Begitu juga bangunan yang berada di sekeliling benteng belum luntur dimakan jaman.Masih tampak jelas legenda peninggalan pemerintahan Hindia Belanda yang dibangun pada tahun 1839 hingga 1845 oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch. Dipilihnya lokasi itu sebagai pembangunan zona pertahanan memanfaatkan keberadaan aliran Bengawan Solo dan Sungai Madiun.Sebab tak hanya memudahkan sebagai sarana tranportasi,aliran bengawan dan sungai bisa berfungsi memperlamban dan melumpuhkan pihak lawan bila melakukan penyerangan.Begitu juga menara pengintai yang kebanyakan menghadap ke arah bengawan dan sungai. Sejak tahun 1962,Benteng Van Den Bosch dijadikan markas Yon Armed 12 yang sebelumnya berkedudukan di Kecamatan Rampal,Kabupaten Malang.Kegiatan latihan militer dan kesatuan juga dipusatkan di areal benteng. Meski awalnya yang menempati hanya 365 prajurit dengan komandan batalyon pertama Kapten Art Sumanto. Karena kondisi bangunan tidak mendukung untuk perkembangan dan kemajuan kesatuan,10 tahun kemudian Yon Armed 12 menempati lokasi anyar di Jalan Siliwangi.Namun,sebagian areal benteng masih digunakan untuk gudang persenjataan.Itulah yang mendasari kenapa selama puluhan tahun Benteng Pendhem tertutup bagi umum. ''Baru tahun ini,gudang persenjataan baru bisa dipindahkan ke kesatuan di Jalan Siliwangi.Sampai sekarang masih kami lakukan perawatan secara rutin. Begitu juga bangunan lain yang masih ada kaitannya dengan Benteng Pendhem,''terang Mayor Arm Sugeng Riyadi Komandan Yon Armed 12 Ngawi,kepada koran ini. Karena dianggap sebagai cagar budaya yang patut dilestarikan,Benteng Pendhem bakal beralih fungsi. Yakni dijadikan potensi wisata sejarah.
Sumber artikel : Radar Madiun
Foto by Kompas Madya, Widodogb Sastro


Tidak ada komentar:

Posting Komentar