Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 02 Februari 2016

Blusukan Situs Candi Banjarsari, Nganjuk

Candi Banjarsari Nganjuk
Berita tentang penemuan candi di wilayah Nganjuk, membuat rasa penasaran teman-teman komunitas sejarah di wilayah Jawa timur untuk segera melihat langsung. Seperti halnya yang lain teman HvM segera bergabung dengan komunitas lainnya yang tentunya sambil belajar dan member dukungan terhadap penemuan tersebut untuk segera ditindak lanjuti oleh pihak pemerintah dalam upaya pelestarian cagar budaya di wilayah Jatim.  Karena dengan penemuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran semua elemen masyarakat tentang pentingnya pelestarian cagar budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang sangat membanggakan.

Mengingat beberapa temuan candi dan benda purbakala lainnya terbengkalai karena kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan pihak terkait seperti penemuan fragmen candi di dsn. Dukuh Ds. Sudimoroharjo Kec. Wilangan tahun 2013. Selain itu pelestarian candi yang baru ditemukan akan dapat menambah khasanah sejarah dan budaya Nganjuk yang sementara ini sudah memiliki potensi wisata sejarah yang cukup dikenal yaitu, Museum Anjuk Ladang, Candi lor, Candi Ngetos, Situs Masjid Al Mubarok Brebek, situs Condrogeni, situs Ngliman dan masih banyak lagi situs sejarah yang belum di kenal lainnya.

Berawal dari undangan Blusukan dari teman-teman Komunitas Pelestari Sejarah Kediri (Pasak) di grup Facebook ke situs candi temuan di Nganjuk. Minggu, 30 Januari 2016 Teman-teman Historia van Madiun berangkat dan bergabung dengan teman-team pelestari Sejarah dari berbagai kota di Jatim. Penemuan berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk berawal dari warga yang melakukan penggalian tanah menemukan situs bangunan candi di lahan milik Nurul Wakhid (50) Bangunan yang ditemukan berukuran panjang 270 cm, lebar 210 cm dan tinggi 170 cm. Situs ini pertama kali ditemukan M Affandi (35) penyewa tanah milik Nurul Wakhid.

Informasi yang dihimpun Surya, Affandi sejak dua pekan lalu menyewa tanah milik Nurul Wakhid untuk diambil tanahnya. Lahan tegalan ini telah digali sedalam 2,5 meter.
Lokasi tanah galian ini sebenarnya telah diperingatkan oleh aparat karena tidak berizin. Hanya saja Affandi seolah tidak menghiraukan himbauan aparat gabungan.
Sehingga Afandi tetap melakukan penggalian tanah. Selanjutnya saat Afandi menggali tanah di sebelah barat dekat dengan tangkis sungai, tidak sengaja menemukan bangunan yang diduga situs cadar budaya.

Penemuan struktur bangunan candi itu terkubur sekitar satu meter dari permukaan tanah. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada perangkat Desa Banjarsari. Selanjutnya Kabid Kebudayaan Disbudparda Kabupaten Nganjuk Drs Fatimah bersama Muspika Kecamatan Ngronggot dan Perangkat Desa Banjarsari melihat ke lokasi penemuan candi. Afandi dan dua pekerja penggali tanah kemudian dimintai keterangan ke Mapolsek Ngronggot. Apalagi ada 3 arca yang sebelumnya berada di lokasi situs juga telah hilang.

Dari hasil penelitian, diduga lokasi situs candi merupakan tempat pemujaan. Sedangkan temuan tiga arca yang sebelumnya ada di lokasi situs masih dilakukan pemeriksaan terhadap Affandi di Mapolsek Ngronggot.
Historia Van Madioen
Pengunjung Candi Banjarsari
Motif Bunga di Candi Banjarsari
Lingga Yoni utuh di wilayah sekitar candi Banjarsari
3 Arca di relung candi Banjarsari
Mampir ke Candi Lor
Sumber : http://suryamalang.tribunnews.com
                  Foto : Historia van Madioen