Senin, 24 Februari 2020

Ndalem Ndara Lidder



Ndalem Ndara Lidder

Ridder adalah kosakata dari bahasa Belanda yang artinya Ksatria. Gusti Ridder adalah penguasa kadipaten Magetan pada era penjajahan Belanda, tepatnya di tahun 1887-1912. Nama asli beliau adalah Raden Mas Arjo Kerto Hadinegoro, putra dari penguasa Magetan sebelumnya, Raden Mas Arjo Hadipati Surohadiningrat.
Dijuluki Gusti Ridder, mungkin karena keperwiraannya. Konon beliau seorang yang sakti mondroguno, apa yang diucapkannya hampir pasti terjadi. Dan kesaktiannya hampir menjadi seperti legenda. Bahkan benda-benda tertentu milik beliau pun seperti memiliki kharisma.
Contohnya saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Waktu itu sekolah saya memiliki program seni budaya Karawitan.  Setiap latihan kami menggunakan alat gamelan yang berada di rumah Gusti Ridder. Setiap anak dan Guru kami pun tidak ada yang berani menggunakan gamelan secara sembarangan. Apalagi melangkah melewati atas gamelan, wah itu pantangan besar. Padahal Gusti Ridder sudah lama wafat.
Beliau adalah satu-satunya  penguasa Magetan yang begitu populer dari jaman ke jaman. Setiap orang di Magetan mengenal siapa itu Gusti Ridder, dan masyarakat awam seperti saya menyebutnya Gusti Lider. Tapi Tidak banyak orang yang tahu dengan pasti nama beliau yang sebenarnya.
Gusti Ridder memilki cucu putri yang kemudian menikah dengan Raden Mas Tumenggung Soerjo. RMT Soerjo menjadi Adipati Magetan tahun 1938, dan kemudian menjadi Gubernur pertama Jawa Timur di tahun1945. Yang patung beliau berdiri tegak di Taman Apsari, seberang Gedung Grahadi Surabaya.
Gusti Ridder juga  memiliki cucu R. Moestadjab Soemowidagdo yang kemudian menjadi Walikota Surabaya di tahun 1952-1956. Dan namanya pun diabadikan menjadi nama jalan Walikota Moestadjab.
Rumah Gusti Ridder, tempat  saya latihan gamelan sewaktu kecil, masih berdiri tegak hingga sekarang. Semoga  Allah swt merahmati beliau.

Rumah Bersejarah Kebakaran
Informasi yang di himpun Beritatrends.com, Rumah tersebut merupakan rumah bersejarah yang pernah di tempati 6 generasi Bupati Magetan diantaranya Bupati Kertonegoro, Bupati Surodiningrat, Bupati Kertoadinegoro (Gusti Lider), Bupati Surohadinegoro (Hadiwinoto), Bupati Soerjo dan Bupati Cokrodiprojo.
Saat ini rumah tersebut ditempati oleh Mujiono sebagai ahli waris bersama keluarganya Anik Winengku dan Mudi Nugroho.
Sekitar pukul 17.30 WIB, Selasa (4/2/2020) pihak kepolisian menerima laporan dari warga bahwa telah terjadi kebakaran di rumah ibu Anik Winengku, tepatnya berada di depan Alfamart Jalan Samudra Magetan.
Tak berselang lama kobaran api dapat segera di padamkan oleh petugas Damkar bersama masyarakat dan unsur lainnya. tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Esok harinya, Rabu (5/2/2020) polisi melaksanakan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran dan membersihkan bekas kebakaran.
AKP Sukatni, Kasat Reskrim Polres Magetan mengatakan, berdasarkan keteranggan para saksi dan hasil olah TKP penyebab kebakaran adalah karena terjadi konsleting arus listrik.
“Sebelum kebakaran ada salah satu saklar yang error, jeglek-jeglek,” Ungkapnya.
“Dan dihidupkan berkali-kali tetap jeglek, itu yang menyebabkan konsleting,” Jelas Sukatni.
Ditambahkan oleh AKP Sukatni, terdapatnya barang-barang seperti dokumen kertas dan barang mudah terbakar lainya yang memperparah kebakaran.
“Bagian terbakar sangat parah tepatnya di kamar mbah Mujiono karena saat kebakaran disitu ada dokumen kertas dan barang mudah terbakar, seperti kasur, televisi dan kayu,” Ujarnya.
Kesimpulan sementara ini, mendasar dari tim olah TKP, ada dugaan bahwa kebakaran ini karena konsleting listrik,” Tutup AKP Sukatni. (Gal)

Dirangkum dari :
danuhartu.wordpress/2012/03/01
Britatrends.com
Gbr Danuhartu.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar