Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 10 Juli 2013

Rangkuman Teori-Teori Pedagogik

Hakikat Belajar :Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian.

Hakikat Mengajar : Bruce Joyce dan Marsha Weil dalam bukunya Models of Teaching menegaskan hakikat dari mengajar (teaching), yaitu “Membantu para siswa memperoleh informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya dan cara-cara belajar bagaimana belajar”.

Hasil Belajar : Bruce dan Marsha juga menjelaskan bahwa dalam kenyataan sesungguhnya, hasil akhir atau hasil jangka panjang dari proses belajar mengajar adalah siswa mampu meningkatkan kemampuannya untuk belajar lebih mudah dan efektif di masa depan.

Karakter : Sifat yang mewujud dalam kemampuan daya dorong dari dalam ke luar untuk seseorang menampilkan tampilan terpuji dan mengandung kebajikan.
Karakter dibangun, bukan diajarkan, tidak ada mata pelajaran karakter. Membangun karakter melalui keteladanan, pembiasaan. Penciptaan “iklim”.

Karakter, secara etimologis berasal dari bahasa Yunani “karasso”, berarti ‘cetak biru’, ‘format dasar’, ‘sidik’ seperti misalnya dalam sidik jari.
Karakter, yaitu sebagai sesuatu yang bebas, tidak dapat dikuasai manusia  atau  sesuatu yang tidak dapat dikuasai oleh intervensi manusiawi

Kurikulum berbasis Karakter adalah kurikulum yang setiap materi pembelajaran normatif, adaptif dan produktipnya mengandung unsur-unsur pembangunan karakter

Pendidik (Guru) merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, menyebutkan bahwa standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Profesional          professional” berarti seseorang yang memiliki kualitas  keahlian yang  diperoleh dari pendidikan bidang tertentu”
Profesionalisme  professionalism” berarti “sifat seseorang memiliki standar  profesional yang tinggi”
Profesionalisasi  professionalization” berarti “upaya/  usaha menjadikan seseorang menjadi profesional”

PENDEKATAN (APPROACH) Asumsi dasar tentang sesuatu dan pembelajaran sesuatu
METODE (METHOD) Prosedur menyeluruh perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian pembelajaran sesuatu
TEKNIK (TECHNIQUE) Implementasi belajar dan pembelajaran sesuatu di dalam kelas

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa

Kompetensi Pedagogik  pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didikKompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya.
7 kompetensi pedagogik :
  1. Menguasai karakteristik peserta didik. 
  2. Menguasasi teori belajar dan prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik. 
  3. Pengembangan kurikulum. 
  4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik. 
  5. Pengembangan potensi peserta didik. 
  6. Komunikasi dengan peserta didik. 
  7. Penilaian dan Evaluasi. 
Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, terdiri dari 4 yaitu ; Kompetensi Kepribadian, kompetensi akademik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional mengajar (pedagogik)
prinsip mengajar agar seorang guru dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, yaitu :
1. membangkitkan perhatian peserta didik pada materi mata pelajaran
2. membangkitkan minat peserta didik
3. membuat urutan (sequence) dalam pemberian pelajaran
4. kegiatan apersepsi 
5. menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang
6. memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
7. menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati/meneliti, dan menyimpulkan
8. mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial
9. mendalami perbedaan peserta secara individual
10. evaluasi yang efektif

KOMPONEN RPP
  1. Identitas mata pelajaran
  2. Standar Kompetensi/SK
  3. Kompetensi Dasar/KD
  4. Indikator pencapaian kompetensi  : akademik & karakter
  5. Tujuan Pembelajaran : akademik & karakter
  6. Materi
  7. Metode pembelajaran
  8. Kegiatan pembelajaran
-          Kegiatan Awal
-          Kegiatan Inti
-          Kegiatan Penutup
  1. Instrumen penilaian (soal-soal)
  2. Kisi – kisi
  3. Pedoman penilaian
  4. Sumber belajar
Kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih menekankan Student Centered daripada Teacher Centered. Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebagai berikut: 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. 5) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya.

Pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic).

CTL merupakan konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari (Nurhadi, 2005: 103). Sedangkan Wina Sanjaya (2006: 109) menyatakan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata

Cooperative Learning (CL)
Disamping mengkondisikan iklim belajar yang kondusif, sebaiknya juga dikembangkan proses belajar secara kelompok/bersama (cooperative learning), karena dengan belajar secara bersama akan memberikan peluang kepada peserta didik untuk menemukan dan menganalisis sumber belajar dari segala bentuk dan jenis. Terdapat beberapa hal penting di dalam pembelajaran kelompok, yaitu :
§  Saling ketergantungan secara positif
§  Tanggung jawab perseorangan.
§  Komunikasi antar anggota
§  Evaluasi proses kelompok

Menurut Piaget(1970), periode yang dimulai pada usia 12-18 tahun, yaitu yang lebih kurang sma dengan usia siswa SMP/SMA, merupakan period of formal operation

Multiple Intellegeneces yang dikemukakan oleh Gardner (1993) yaitu; kecerdasan linguistik, kecerdasan logis, metematis, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestik ragawi, kecerdasan intrapribadi, kecerdasan antarpribadi.

Kompetensi seorang guru: Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Pedagogik,Kompetensi profesional, kompetensi sosial

 Teori- Teori Pembelajaran
a. Behavioristik
Pembelajaran selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan. Hubunagn stimulus dan respons ini bila diulang kan menjadi sebuah kebiasaan.selanjutnya, bila siswa menemukan kesulitan atau masalah, guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial and error) sehingga akhirnya diperoleh hasil.
b. Kognitivisme
Pembelajaran adalah dengan mengaktifkan indera siswa agar memeperoleh pemahaman sedangkan pengaktifan indera dapat dilaksanakan dengan jalan menggunakan media/alat bantu. Disamping itu penyampaian pengajaran dengan berbagai variasi artinya menggunakan banyak metode.
c. Humanistik
Dalam pembelajaran ini guru sebagai pembimbing memberi pengarahan agar siswa dapat mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai manusia yang unik untuk mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya sendiri. Dan siswa perlu melakukan sendiri berdasarkan inisisatif sendiri yang melibatkan pribadinya secara utuh (perasaan maupun intelektual) dalam proses belajar, agar dapat memperoleh hasil.
d. Sosial/Pemerhatian/permodelan
Proses pembelajaran melalui proses pemerhatian dan pemodelan Bandura (1986) mengenal pasti empat unsur utama dalam proses pembelajaran melalui pemerhatian atau pemodelan, yaitu pemerhatian (attention), mengingat (retention), reproduksi (reproduction), dan penangguhan (reinforcement), motivasi (motivation). Implikasi daripada kaedah ini berpendapat pembelajaran dan pengajaran dapat dicapai melalui beberapa cara yang berikut:

•Penyampaian harus interaktif dan menarik
•Demonst
rasi guru hendaklah jelas, menarik, mudah dan tepat
• Hasilan guru atau contoh-contoh seperti ditunjukkan hendaklah mempunyai mutu yang tinggi.

Pendekatan dan metode dalam pembelajaran
A. PENDEKATAN
1. Pendekatan Konsep (penguasaan konsep dan subkonsep, guru terlalu dominan)
2. Pendekatan Lingkungan (mengaitkan lingkungan dalam proses belajar
3. Pendekatan Inkuiri (mengendalikan situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan dunia fisik)
4. Pendekatan Proses (melakukan pengamatan, menafsirkan data, mengkomunikasikan hasil pengamatan)
5. Pendekatan Interaktif (pendekatan pertanyaan anak, memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan)
6. Pendekatan Pemecahan Masalah (masalah yang dipecahkan melalui praktikum/pengamatan)
7. Pendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat (STM)
8. Pendekatan Terpadu (Integrated Approach) – memadukan dua unsur atau lebih dalam suatu kegiatan pembelajaran.

B. METODE
1. Metode Ceramah (penyampaian bahan pelajaran secara lisan)
2. Metode Tanya Jawab (pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan sudah direncanakan sebelumnya)
3. Metode Diskusi Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah.
4. Metode Kooperatif (siswa berada dalam kelompok kecil dengan anggota sebanyak 4-5 orang)
5. Metode Demonstrasi (memeragakan suatu proses kejadian)
6. Metode Karyawisata/Widyawisata (membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas)
7. Metode Penugasan (memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar)
8. Metode Eksperimen (menggunakan percobaan)
9. Metode Bermain Peran (pembelajaran dengan cara seolah-olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep)

DAFTAR ISI PTK :

BAB I
PENDAHULUAN, LATAR BELAKANG, PEMBATASAN MASALAH, RUMUSAN MASALAH, TUJUAN PENELITIAN, MANFAAT PENELITIAN

BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

BAB III.
METODE PENELITIAN, BENTUK PENELITIAN, SETTING PENELITIAN, RANCANGAN PENELITIAN

BAB IV. HASIL PENELITIAN, GAMBARAN OBYEK PENELITIAN, PENJELASAN PER SIKLUS

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PAN : Yang dimaksud dengan norma dalam hal ini adalah kapasitas atau prestasi kelompok.
Jika peserta tes terdiri dari 9 orang dan skor yang diperoleh adalah 50, 45, 45, 40, 40, 40, 35, 35, dan 30, mmendapat skor tertinggi (50) akan mendapat nilai tertinggi, misalnya 10. sedangkan mereka yang mendapat skor di bawahnya akan mendapat nilai secara proporsional, yaitu 9, 9, 8, 8, 8, 7, 7,

PAP :Patokan yang telah disepakati terlebih dahulu hampir mirip dengan “ Kriteria Ketuntasan Minimal” (KKM)

Paling tidak ada tiga alasan mengapa penelitian tindakan kelas atau classroom action research merupakan langkah yang tepat dalam upaya memperbaiki atau meningkatkan mutu pendidikan. Ketiga alasan tersebut adalah:
1. Guru berada di garis depan dan terlibat langsung dalam proses tindakan perbaikan mutu pendidikan tersebut,
2. Penelitian pada umumnya dilakukan para ahli di perguruan tinggi/lembaga pendidikan, sehingga guru tidak terlibat dalam pembentukan pengetahuan yang merupakan hasil penelitian. Penyebaran hasil penelitian ke kalangan praktisi di lapangan memerlukan waktu lama.

Tim Pelatih Proyek PGSM (1999) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu, serta memperbaiki kondisi dimana praktik pembelajaran tersebut dilakukan.

Definisi tersebut diperjelas oleh pendapat kemmis dalam Kardi (2000) yang menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah studi sistematik tentang upaya memperbaiki praktik penddikan oleh sekelompok peneliti melalui kerja praktik mereka sendiri dan merefleksinya untuk mengetahui pengaruh-pengaruh kegiatan tersebut. Atau bisa disederhanakan dengan kalimat yaitu upaya mengujicobakan ide dalam praktik dengan tujuan memperbaiki atau mengubah sesuatu, mencoba memperoleh pengaruh yang sebenarnyadalam situasi tersebut.

Tujuan utama PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru. Di samping itu, sebagai tujuan penyerta PTK adalah untuk meningkatkan budaya meneliti bagi guru.
Manfaat PTK bermanfaat sebagai inovasi pendidikan karena guru semakin diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara semakin mandiri.

Tahap PTK
a. Planning (rencana)
Rencana merupakan tahapan awal yang harus dilakukan guru sebelum melakukan sesuatu. Diharapkan rencana tersebut berpandangan ke depan, serta fleksibel untuk menerima efek-efek yang tak terduga dan dengan rencana tersebut secara dini kita dapat mengatasi hambatan.
b. Action (Tindakan)
Tindakan ini merupakan penerapan dari perencanaan yang telah dibuat yang dapat berupa suatu penerapan model pembelajaran tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyempurnakan model yang sedang dijalankan. Tindakan tersebut dapat dilakukan oleh mereka yang terlibat langsung dalam pelaksanaan suatu model pembelajaran yang hasilnya juga akan dipergunakan untuk penyempurnaan pelaksanaan tugas.
c. Observation (Pengamatan)
Pengamatan ini berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan dalam kelas. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga pengamatan yang dilakukan harus dapat menceritakan keadaan yang sesungguhnya.
d. Reflection (Refleksi)
Refleksi di sini meliputi kegiatan : analisis, sintesis, penafsiran (penginterpretasian), menjelaskan dan menyimpulkan. Hasil dari refleksi adalah diadakannya revisi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan, yang akan dipergunakan untuk memperbaiki kinerja guru pada pertemuan selanjutnya.

Prinsip2 PTK:
(1) Tugas utama guru adalah mengaiar, dan apapun metode PTK yang diterapkannya, sebaiknya tidak mengganggu komitmennya sebagai pengajar.
(2) Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran.
(3) Metodologi yang digunakan harus cukup reliabel, sehingga memungkinkan guru mengidentifikasi serta merumuskan hipotesis secara cukup meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkan pada situasi kclasnya, serta memperolch data yang dapat digunakan untuk “menjawab” hipotesis yang dikemukakannya.
(4) Masalah penelitian yang diambil olch guru hendaknya masalah yang Cukup merisaukannya, dan bertolak dari tanggung jawab profesionalnya, guru sendiri memiliki komitmen terhadap pengatasannya.
(5) Dalam penyelenggaraan PTK, guru haruslah bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya.
(6) Meskipun kelas merupakan cakupan tanggung jawab seorang guru, namun dalam pelaksanaan PTK sejauh mungkin harus digunakan Classroom Exceeding Perspective, dalam arti permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kclas dan/atau mata pelajaran tertentu, melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan.

- Batas lulus adalah nilai minimum yang digunakan untuk menentukan apakah siswa dinyatakan lulus atau tidak.

- Batas Lulus dibagi menjadi 3, yaitu : •Batas Lulus Aktual •Batas Lulus Ideal •Batas Lulus Purposif Batas Lulus Aktual dan Ideal merupakan batas lulus yang berdasar pada PAN, sedangkan Batas lulus Purposif berdasar pada PAP

- BATAS LULUS AKTUAL Batas lulus aktual didasarkan pada nilai rata- rata aktual yang dicapai oleh kelompok mahasiswa, yang perlu dihitung adalah nilai rata-rata dan standar deviasinya. Skor yang dinyatakan lulus adalah skor di atas X + 0,25 SD. Dimana X = nilai rata-rata kelas dan SD = Standar deviasi / simpangan baku.

- Batas lulus ideal hampir sama dengan batas lulus aktual, karena batas lulus ideal juga menggunakan rata-rata dan simpangan baku. Tetapi batas lulus ideal rata-ratanya ditentukan setengah dari skor maksimum. Sedangkan simpangan baku sepertiga dari nilai rata-rata ideal.

- BATAS LULUS PURPOSIF Batas lulus purposif mengacu pada penilaian acuan patokan, sehingga tidak perlu menghitung nilai rata-rata dan simpangan bakunya. Nilai dibuat berdasarkan kriteria tertentu yang sudah ditetapkan.

- Contoh BATAS LULUS AKTUAL Misalkan kelas II SMA diberi tes pilihan ganda sebanyak 60 pertanyaan. Setiap pertanyaan yang dijawab benar diberi skor satu sehingga skor maksimal yang mungkin dicapai siswa sebanyak 60. Kemudian dihitung nilai rata-ratanya dari semua siswa yang ada di kelas tersebut, misalnya 25 dan simpangan baku (SD) adalah 8,0 Dengan demikian, skor yang dinyatakan lulus adalah 25 + 0.25 (8,0) = 27.

- BATAS LULUS IDEAL Kembali kepada contoh dalam batas lulus aktual. Skor maksimum yang mungkin dicapai adalah 60. Maka rata-rata idealnya adalah setengah dari 60 yaitu 30, sedangkan simpangan baku (SD) adalah sepertiga dari rata-rata ideal yaitu 10. Sehingga batas lulusnya adalah 30 + 0.25 (10) = 32.5

- BATAS LULUS PURPOSIF Misalnya batas kelulusan adalah skor di atas 75% dari skor maksimum. Misalnya nilai maksimum mahasiswa di kelas 60. Maka batas kelulusannya adalah 75% x 60 = 45. jadi mahasiswa yang dinyatakan lulus adalah yang nilainya lebih dari 45. sedangkan mahasiswa yang nilainya kurang dari 45 dinyatakan tidak lulus.

- BATAS LULUS PURPOSIF Misalnya batas kelulusan adalah skor di atas 75% dari skor maksimum. Misalnya nilai maksimum mahasiswa di kelas 60. Maka batas kelulusannya adalah 75% x 60 = 45. jadi mahasiswa yang dinyatakan lulus adalah yang nilainya lebih dari 45. sedangkan mahasiswa yang nilainya kurang dari 45 dinyatakan tidak lulus.

- Pada dasarnya pendidikan itu hanyalah pertolongan (bantuan) pada saat anak berada dalam perkembangannya. Pandangan dari .... Montessori

- Alat penilaian untuk mengukur unjuk kerja seseorang dapat berupa ...tes

- Melatih peserta didik untuk berpikir komprehensif dari berbagai disiplin ilmu atau berbagai aspek, merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran Unit / Pembelajaran Terpadu.

- Penilaian yang mengacu pada rata-rata kelompok disebut ...PAN

- Adat yang sudah mengakar dan mentradisi merupakan salah satu contoh hambatan yang timbul dalam inovasi pendidikan pada bidang . . . .Cultural Block

- Salah satu prediksi yang dapat diambil dari hasil analisis butir soal termasuk katgori sukar yaitu ....Butir soal itu "mungkin" salah kunci jawaban

- Kelemahan dari penilaian acuan kriteria adalah ...dapat terjadi semua siswa tidak lulus

- Inovasi merupakan suatu perubahan baru yang secara kualitatif berbeda dengan yang ada sebelumnya, disengaja, untuk meningkatkan kemampuan dalam mencapai tujuan. dikemukakan oleh . . . .Santosa S.Hamidjaja

- Mereka yang tergolong cepat mengikuti kelompok inovator dalam adopsi inovasi adalah . . . .Early Adopters

- Kegiatan laboratorium yang diharapkan dalam pembelajaran sains diselenggarakan untuk ....Memfasilitasi siswa untuk menerapkan konsep

- Dari sudut ide, salah satu dari empat faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas tinggi adalah kelayakan ide untuk dipublikasikan

- Proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dimana penerima pesan dan pengirim pesan mempunyai latar belakang berbeda, baik dari latar belakang sosial budaya, agama, pendidikan, karakteristik lain disebut . . . Heterofil

- Pemilihan penggunaan kata dan kalimat yang tidak provokatif dalam laporan atau artikel merupakan salah satu contoh upaya untuk menjaga kualitas dari aspek nada tulisan

- Pengukuran (measurement) adalah proses penetapan ukuran terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu (Guilford, 1982).

- Berdasarkan metode penskorannya, bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2, yaitu uraian objektif dan uraian nonobjektif.
Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus (benar – salah atau 1 – 0).

- Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing siswa, sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif

- Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa objek tertentu sangat disenangi dan
melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap objek tersebut. Pendapat
ini dikemukakan oleh CRITES

- Apersepsi termasuk dalam aspek ……Intelektual

- Heterogenitas peserta didik sangat mempengaruhi kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar aspek sosial emosional, yaitu ….Peserta didik di kelas saling bercerita dengan temannya
Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal dan pembelajaran harus dikemas menjadi proses “membangun” bukan sekedar menerima pengetahuan. Teori belajar ini erat sekali dengan komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) …. Konstruktivisme

- Kegiatan yang tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) dan masa pengumpulan tugasnya ditentukan oleh guru, kegiatan ini lebih dikenal dengan istilah .....Tugas Terstruktur

Prinsip Pengembangan Kurikulum terdapat dalam Permendiknas ......Permendiknas No 22 Tahun 2006

- Salah satu prinsip pengembangan kurikulum adalah menyeluruh dan berkesinambungan, maksudnya adalah ..Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan

- Detail tentang isi tujuan masing-masing Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran, diatur dalam Permendiknas .. Permendiknas No 23 Tahun 2006

- Permendiknas No 20 Tahun 2007, mengatur tentang ....Standar Penilaian Pendidikan

- Menurut Kopkins (dalam Targart, 1994:57-61). Pekerjaan utama guru adalah mengajar dan apa pun metode PTK yang diterapkannya seyogyanya tidak berdampak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Pernyataan ini merupakan bagian dari ....Prinsip pembuatan PTK

- Pernyataan di bawah ini yang merupakan karakteristik perkembangan peserta didik ditinjau dari aspek sosial adalah ...Mulai menyukai teman sebaya sesama jenis

- Minat siswa yang dapat teridentifikasi melalui mata pelajaran IPS adalah ‘minat terhadap lambang status’. Salah satunya adalah ….Jenis pekerjaan orang tua
Kemampuan mengoperasikan kaidah logika yang tidak terikat lagi dengan obyek yang bersifat kongkrit (operasional formal)

- Guru melakukan pembelajaran dengan memberikan kebebasan yang luas kepada siswa untuk menentukan apa yang ingin ia pelajari sesuai sumber-sumber belajar yang tersedia atau dapat disediakan. Kemudian siswa membangun konsep-konsep tersebut, pernyataan ini merupakan ciri dari teori belajar Konstruktivistik

Teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengungkapkan sikap, minat, dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis, disebut dengan penilaian ….. Inventori

- Bapak Yosep menjelaskan materi tentang hubungan antara tingkat pendapatan dgn tingkat konsumtif masyarakat pada suatu daerah.Kata Kerja Operasional yg sesuai terdapat pd ranah C 4

- Critical Listening adalah sebuah bentuk kegiatan mendengarkan yang biasanya tidak disebut sebagai “Critical” karena kegiatan mendengarkan tersebut melibatkan analisa, pemikiran kritis dan akhirnya penilain pribadi. Membuat penilaian ketika kita mendengarkan kadang dipahami sebagai halangan untuk memahami seseorang, dan sudah banyak buktinya.

- Menurut Muslim Ibrahim (2000: 49) round robin adalah suatu tipe pembelajaran dimana para siswa bergiliran memberikan kontribusi menjawab pertanyaan dalam sebuah kelompok dalam bentuk tulisan. Dalam pembelajaran ini guru mengajukanpertanyaan atau tugas yang memiliki beberapa alternatif jawaban. Satu siswa mulai mengemukakan sumbangan pikiran, dan giliran mengemukakan pendapat diteruskan kepada siswa berikutnya, melakukan hal yang sama. Masing-masing siswa memberikan kontribusi jawaban berlanjut sampai semua orang di dalam kelompok memiliki kesempatan untuk berbicara. Sesuai pula dengan yang dikemukakan oleh Wahyuni (2008: 5)

Pembelajaran kooperatif tipe round robin memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
1. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok terdiri dari 4-5 orang. Guru membagi siswa diluar jam pelajaran, agar saat pelajaran dimulai siswa sudah duduk berdasarkan kelompoknya masing-masing.
2. Tiap anggota kelompok diberikan nomor. Ini bertujuan untuk memudahkan guru dalam mengontrol siswa dalam pelaksanaan diskusi.
3. Guru memberikan tugas dan pertanyaan pada siswa
4. Setiap siswa juga diberikan lembar jawaban untuk menjawab tugas

Pengertian Metode TPR (Total Physical Response)
Menurut Richards J dalam bukunya Approaches and Methods in Language Teaching, TPR (Total Physical Response) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action); dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor).

Sedangkan menurut Larsen dan Diane dalam Technique and Principles in Language Teaching, TPR atau disebut juga ”the comprehension approach” atau pendekatan pemahaman yaitu suatu metode pendekatan bahasa asing dengan instruksi atau perintah.
Metode ini dikembangkan oleh seorang professor psikologi di Universitas San Jose California yang bernama Prof. Dr. James J. Asher yang telah sukses dalam pengembangan metode ini pada pembelajaran bahasa asing pada anak-anak. Ia berpendapat bahwa pengucapan langsung pada anak atau siswa mengandung suatu perintah, dan selanjutnya anak atau siswa akan merespon kepada fisiknya sebelum mereka memulai untuk menghasilkan respon verbal atau ucapan.

- Benjamin S. Bloom mengembangkan ranah kognitif dengan urutan berikut:
ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, síntesis, dan evaluasi

- Norman E. Gronlund dan R.W. de Maclay mengembangkan domainpsicomotor dengan urutan berikut : persepsi, kesiapan, respon terpimpin, mekanisme; respon yang kompleks,organisasi, dan karakterisasi dari nilai

- Penilaian yang meminta peserta didik untuk mendemonstrasikan danmengaplikasikan pengetahuan ke dalam konteks yang sesuai dengan criteria yang ditetapkan adalahpenilaian: kinerja

- Validitas dalam penyusunan instrumen non tes yang mengacu berdasarkan teoriadalah: validitas konstruktif

- Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa: indikator-indikator kompetensi dasar

- Penilaian yang didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yangdiukur, hal tersebut merupakan prinsip penilian yang: akuntabel

- Penilaian yang dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikutilangkah-langkah yang baku, hal tersebut merupakan prinsip penilaian yang: sistematis

- Daftar pertanyaan merupakan bentuk instrumen untuk teknik penilaian: tes tertulis

- Penilaian yang dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimilikipeserta didik, sikap, serta kepribadiannya karena dilakukan secara langsungadalah salah satu kelebihan dari teknik penilaian; tes perbuatan

- Materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami, mata pelajaran lainadalah hal penting dalam membuat soal berdasarkan kriteria: Indikator

- Materi secara teoritis mutlak harus dikuasai oleh peserta didik adalahpertimbangan untuk dimuat dalam butir-butir soal berdasarkan kriteria: urgensi

- Fungsi KKM : KKM sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti

- Ada beberapa teknik dan alat penilaian yang dapat digunakan pendidik sebagaisarana untuk memperoleh informasi tentang keadaan belajar peserta didik.Berikut ini yang merupakan teknik penilaian melalui tes adalah...OBSERVASI

- Dalam penulisan soal bentuk uraian hal yg sulit dlm menyusun pedomanpenskorannya.Berdasarkanmetodepenskorannya, bentukuraiandiklasifikasikan menjadi 2 yaitu.... uraian objektif dan uraian non-objektif

- Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa objek tertentu sangat disenangi danmelahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap objek tersebut. Pendapatini dikemukakan oleh...Cror and Crow

- Bentuk instrumen berupa daftar pertanyaan untuk teknik penilaian berikut iniadalah tes lisan
- Yang merupakan tes kreativitas adalah... contoh : tes mengelompokkan

- Apabila dikaitkan dengan tanggung jawab guru terhadap pembelajaran, PTK dapat membantu guru untuk Memperbaiki pembelajaran

- PTK memiliki ciri khusus yaitu sikap reflektif berkelanjutan, artinya bahwa PTK lebih menekankan pada proses refleksi terhadap proses dan hasil penelitian guna memperbaiki proses tindakan pada siklus berikutnya

- Masalah yang diangkat sebagai masalah dalam PTK adalah masalah tersebut harus feasible yang artinya Masalah tersebut dapat dipecahkan

- Cara pemecahan masalah pada PTK ditentukan berdasarkan………..
Akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan yang jelas dan terarah

- Empat tahapan utama dalam melaksanakan kegiatan PTK adalah Perencanaan – tindakan – observasi – refleksi

- Tindakan yang dipilih dalam melaksanakan PTK harus applicable, artinya………..
Dapat dan mungkin dilaksanakan

- Kerangka berpikir yang baik antara lain memuat……………..
Pertautan antar variable yang diteliti dan teori yang mendasarinya

- Unsur yang menentukan perkembangan fisik motorik anak adalah.... otot, saraf, dan otak

- Dalam karya tulis ilmiah, penulis bersikap netral, obyektif, dan tidak memihak. Sikap ini sesuai dengan hakikat karya tulis ilmiah yang merupakan kajian berdasarkan pada, kecuali A.fakta atau kenyataan B.argumentasi C.teori yang diakui kebenarannya D.data empirik/hasil penelitian

- Kemampuan yang harus dimilki oleh lulusan dalam setiap mata pelajaran yang memiliki implikasi yang sangat signifikan dalam perencanaan, metodologi dan pengelolaan penilaian. Pernyataan tersebut merupakan pengertian yang terkandung dalam konsep : A.Kompetensi B.Standar kompetensi C.Kompetensi dasar D.Indikator pencapaian belajar.

- Strategi pembelajaran yang didasarkan atas kegiatan siswa sebagai pengolah pesan dan guru sebagai fasilitator termasuk strategi pembelajaran ….heuristic

- Seorang anak dipandang memiliki kecerdasan intrapribadi yang tinggi apabila ....
mampu mengimajinasikan impian dan gagasan diri sendiri

- Penerapan membelajarkan konsep dan generalisasi pada pembelajaran kelas tinggi dapat dilaksanakan secara …logis dan sistematik

- Pengalaman merupakan proses belajar yang paling baik ketika siswa pernah memperoleh label untuk sesuatu yang dipelajari. Pengalaman tersebut merupakan prinsip belajar …kuantum

- Strategi untuk mengingat dan mengasimilasi informasi merupakan salah satu rumpun model pemerosesan informasi ....mnemonic

- Memberitahukan tujuan yang diharapkan atau garis besar materi yang akan dipelajari dirancang untuk menentukan kegiatan awal pembelajaran dalam hal …memberi acuan

- Dalam pembelajaran individual hendaknya guru harus memperhatikan prinsip ....belajar tuntas

- Yang harus dilakukan guru dalam kegiatan akhir pembelajaran adalah …meninjau kembali penguasaan siswa

- Pada karakteristik bahan pelajaran/materi pelajaran, substansi isi materi pelajaran yang berhubungan dengan aturan, dalil, hukum, ketentuan, dan prosedur yang harus ditempuh merupakan termasuk dalam aspek …prinsip

- Salah satu ciri kelompok belajar berbasis masalah yang efektif adalah ....belajar secara aktif

- Menurut Gardner, kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial,kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.
1. Kecerdasan matematika-logika : berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir.
2. Kecerdasan bahasa : menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan, dalam berbagai bentuk yang berbedauntuk mengekspresikan gagasan-gagasannya. 3. Kecerdasan musikal : peka terhadap suara suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada dan irama.
4. Kecerdasan visual-spasial memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang.
5. Kecerdasan kinestetik :aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Hal ini dapat dijumpai pada peserta didik yang unggul pada salah satu cabang olahraga 
6. Kecerdasan interpersonal :peka perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.
7. Kecerdasan intrapersonal : peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Iacenderung mampu untuk mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri.
8. Kecerdasan naturalis : peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, atau hutan.

- Secara rinci lima wilayah kecerdasan dijelaskan sebagai berikut :
1. Kemampuan mengenali emosi diri
2. Kemampuan mengelola emosi
3. Kemampuan memotivasi dir
4. Kemampuan mengenali emosi orang lain
5. Kemampuan membina hubungan

PERMEN TERKAIT KURIKULUM 2013:

  • Permen 58 th 2014 ttg kurikulum 2013 SMP/ Mts
  • Permen 61 th 2014 ttg KTSP
  • Permen 63 th 2014 ttg kepramukaan
  • Permen 103 th 2014 ttg pembelajaran
  • Permen 104 th 2014 ttg penilaian hasil belajar
  • Permen 54 th 2013 ttg standar kompetensi lulusan
  • Permen 65 th 2013 ttg standar proses
  • Permen 66 th 2013 ttg standar penilaian
  • Permen 67 th 2013 ttg KD & struktur kurikulum
  • Permen 67 th 2013 ttg KD & struktur kurikulum SD
  • Permen 68 th 2013 ttg KD & struktur kurikulum SMP
  • Permen 69 th 2013 ttg KD & struktur kurikulum SMA
  • Permen 70 th 2013 ttg KD & struktur kurikulum SMK
  • Permen 71 th 2013 ttg buku teks pelajaran
  • Permen 62 th 2014 ttg kegiatan ekstrakurikuler. Permen 64 th 2014 ttg kegiatan peminatan SMA
  • Permen 68 th 2014 ttg peran guru TIK dlm kur 2013
  • Permen 97 th 2013 ttg Kriteria kelulusan
  • Permen 81a th 2013 ttg implementasi kur 2013

- Penilaian (assesment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik

- Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

TUGAS TERSTRUKTUR (PT) :
adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, biasanya masih dalam kegiatan tatap muka di kelas

TUGAS MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR (TMTT):
adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Waktu penyelesaiannya atau penyeraahannya kepada pendidik diatur sendiri oleh peserta didik namun masih dalam waktu yang ditentukan oleh pendidik. Biasanya waktunya panjang (mingguan, bulanan, tri wulan atau satu semester) dan tentu dibuat diluar jam pelajaran

Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini, pada Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui, masalah yang diperhadapkan kepada peserta didik semacam masalah yang direkayasa oleh guru. Sedangkan pada inkuiri masalahnya bukan hasil rekayasa, sehingga peserta didik harus mengerahkan seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah itu melalui proses penelitian, sedangkan Problem Solving lebih memberi tekanan pada kemampuan menyelesaikan masalah. 
Pada Discovery Learning materi yang akan disampaikan tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi peserta didik didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorganisasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir.

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai inti pembelajaran. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. Melalui PjBL, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. PjBLmerupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik.

1)Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question)
2) Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)
3) Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project)
5) Menguji Hasil (Assess the Outcome)
6) Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)

Penilaian :
1) Kemampuan pengelolaan : Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
2) Relevansi: Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
3) Keaslian: Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

Ada lima strategi dalam menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) yaitu:
1) Permasalahan sebagai kajian.
2) Permasalahan sebagai penjajakan pemahaman
3) Permasalahan sebagai contoh
4) Permasalahan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses
5) Permasalahan sebagai stimulus aktivitas autentik

Prinsip-prinsip PBL yang harus diperhatikan meliputi konsep dasar, pendefinisian masalah, pembelajaran mandiri, pertukaran pengetahuan dan penialainnya.

Konsep Dasar (Basic Concept)
Pendefinisian Masalah (Defining the Problem)
Pertama,brainstorming Kedua, melakukan seleksi untuk memilih pendapat yang lebih fokus. ketiga, menentukan permasalahan dan melakukan pembagian tugas dalam kelompok untuk mencari referensi penyelesaian dari isu permasalahan yang didapat.

Pembelajaran Mandiri (Self Learning)
Setelah mengetahui tugasnya, masing-masing peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat memperjelas isu yang sedang diinvestigasi misalnya dari artikel tertulis di perpustakaan, halaman web, atau bahkan pakar dalam bidang yang relevan. 

Tujuan utama tahap investigasi, yaitu:
(1) agar peserta didik mencari informasi dan mengembangkan pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah didiskusikan di kelas, dan
(2) informasi dikumpulkan untuk dipresentasikan di kelas relevan dan dapat dipahami.
Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge)

Penilaian (Assessment)
Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude).