Minggu, 04 Januari 2026
Rabu, 12 November 2025
Pembahasan soal masa Pergerakan Nasional
1. Jelaskan hubungan antara kebijakan politik etis dengan pergerakan nasional Indonesia!
Jawaban:
Kebijakan Politik Etis atau Etische Politiek adalah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20 sebagai “balas budi” kepada rakyat Indonesia. Isi kebijakan ini mencakup tiga program utama, yaitu:
-
Irigasi (pengairan) – untuk meningkatkan pertanian rakyat.
-
Emigrasi – untuk pemerataan penduduk.
-
Edukasi (pendidikan) – memberikan kesempatan pendidikan bagi pribumi.
Dari ketiga program tersebut, pendidikan memiliki dampak besar terhadap munculnya pergerakan nasional Indonesia. Pendidikan melahirkan kaum terpelajar pribumi (intelektual) yang mulai sadar akan ketidakadilan kolonial dan mulai berjuang untuk kemerdekaan. Jadi, hubungannya adalah:
Politik Etis → membuka akses pendidikan → lahir kaum terpelajar → tumbuh kesadaran nasional → munculnya organisasi pergerakan nasional.
2. Jelaskan peran pers dalam perjuangan pergerakan nasional Indonesia!
Jawaban:
Pers (surat kabar dan majalah) memiliki peran sangat penting dalam perjuangan nasional, yaitu sebagai alat penyebar informasi, pendidikan politik, dan pembangkit semangat nasionalisme.
Beberapa perannya antara lain:
-
Menyebarkan ide-ide kebangsaan dan menumbuhkan kesadaran nasional.
-
Mengkritik kebijakan pemerintah kolonial yang merugikan rakyat.
-
Menghubungkan organisasi-organisasi pergerakan dan menyatukan rakyat dari berbagai daerah.
-
Menjadi media komunikasi dan propaganda perjuangan.
Contoh surat kabar perjuangan:
-
Medan Prijaji (oleh Tirto Adhi Soerjo)
-
Oetoesan Hindia (oleh Sarekat Islam)
-
De Expres (oleh Douwes Dekker)
-
Hindia Baroe, dan lainnya.
3. Sebutkan organisasi-organisasi Pergerakan Nasional Indonesia, dan siapa tokohnya!
Jawaban:
Berikut beberapa organisasi penting dalam pergerakan nasional beserta tokohnya:
| No | Organisasi | Tahun Berdiri | Tokoh Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Budi Utomo | 1908 | Dr. Soetomo, Wahidin Soedirohusodo |
| 2 | Sarekat Islam (SI) | 1912 | Haji Samanhudi, H.O.S. Tjokroaminoto |
| 3 | Indische Partij | 1912 | Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, dr. Cipto Mangunkusumo |
| 4 | Muhammadiyah | 1912 | K.H. Ahmad Dahlan |
| 5 | Nahdlatul Ulama (NU) | 1926 | K.H. Hasyim Asy’ari |
| 6 | Perhimpunan Indonesia (PI) | 1925 | Mohammad Hatta, Ali Sastroamidjojo |
| 7 | Partai Nasional Indonesia (PNI) | 1927 | Ir. Soekarno |
| 8 | Partai Indonesia (Partindo) | 1931 | Sartono |
| 9 | Gerindo | 1937 | A.K. Gani, Mohammad Yamin |
4. Sebutkan faktor internal dan eksternal munculnya pergerakan nasional Indonesia!
Jawaban:
1. Faktor Internal:
-
Penderitaan rakyat akibat penjajahan Belanda.
-
Timbulnya kesadaran nasional di kalangan kaum terpelajar.
-
Kenangan akan kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara (Majapahit, Sriwijaya).
-
Munculnya golongan terpelajar pribumi hasil Politik Etis.
-
Peran media massa yang menyebarkan ide-ide kemerdekaan.
2. Faktor Eksternal:
-
Pengaruh Pergerakan Nasional di Asia dan Dunia, seperti kemerdekaan India, Filipina, dan kebangkitan Jepang (Restorasi Meiji).
-
Kemenangan Jepang atas Rusia (1905) yang menunjukkan bangsa Asia bisa menang atas bangsa Eropa.
-
Paham-paham baru seperti nasionalisme, liberalisme, dan sosialisme dari Eropa.
-
Berkembangnya komunikasi global dan munculnya organisasi internasional.
Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional dari Madiun
RM.Haji Oemar Said Tjokroaminoto (Ponorogo, 16 Agustus 1882 – 17 Desember 1934),salah satu pemimpin Sarekat Dagang Islam, Ketua Sarekat Islam (SI). melahirkan berbagai macam ideologi bangsa Indonesia pada masa itu. Rumahnya sempat dijadikan rumah kost para pemimpin besar untuk menimba ilmu, yaitu Sukarno, Muso dan Kartosuwiryo.
RM. Abikoesno Tjokrosoejoso, Ponorogo,15 Juni 1897 – 11 November 1968 adalah salah satu bapak pendiri Republik Indonesia dan penandatangan konstitusi. Panitia Sembilan yang merancang pembukaan UUD 1945 (dikenal sebagai Piagam Jakarta). Setelah meninggalnya HOS Tjokroaminoto yg merupakan kakaknya, pada 17 Desember 1934, Abikoesno mewarisi jabatan sebagai pemimpin Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).Setelah kemerdekaan, ia menjabat sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Presidensial pertama Soekarno dan juga menjadi penasihat Biro Pekerjaan Umum.
Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo (Uteran, Madiun, 28 Agustus 1902 – 18 Mei 1997) adalah salah satu tokoh Indonesia pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah menjabat sebagai pengurus Perhimpunan Indonesia di Belanda.Sunario adalah salah satu tokoh yang berperan aktif dalam dua peristiwa yang menjadi tonggak sejarah nasional Manifesto 1925 dan Konggres Pemuda II (sumpah pemuda)
Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, pahlawan nasional Indonesia, dokter di Keraton Surakarta (Yogyakarta, 21 April 1879 – Widodaren,20 September 1952) adalah:
- Boedi Oetomo
- BPUPKI pada tahun 1945 Pada tanggal 9 Agustus 1945, sehari setelah serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Radjiman bersama dengan tokoh nasionalis Soekarno dan Mohammad Hatta diterbangkan ke Saigon untuk bertemu dengan Marsekal Lapangan Hisaichi Terauchi.Uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini kemudian ditulis oleh Radjiman selaku ketua BPUPKI dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Terbongkarnya dokumen yang berada di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.
Dr. Soeradji Tirtonegoro lahir pada 1887 di Desa Uteran, Madiun. tokoh kebangkitan nasional yang menjadi salah satu pendiri Budi Utomo. Dijadikan nama RS. Di Klaten karena jasa nya dalam penanggulangan penyakit pes pada waktu sebelum kemerdekaan.
Ki Hadjar Hardjo Oetomo Lahir di Kota Madiun,1903 dan meninggal 13 April 1952 dimakamkan di Pilangbango Madiun. Budi Oetomo, Syarekat Islam, dan Taman Siswa. Selain bergabung dengan organisasi tersebut, Ki Hadjar Hardjo Oetomo juga mendirikan organisasi pencak silat SH Pemuda Sport Club (SH-PSC) yang kemudian berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate. Di bidang ekonomi untuk membantu masyarakat lepas dari penindasan 'lintah darat', ia mendirikan perkumpulan Harta Djaja semacam koperasi.
Disarikan dari Wikipedia dan beberapa sumber lainnya
Kamis, 06 November 2025
sesorah / Tanggap Wacana
Rabu, 29 Oktober 2025
Tepa Selira
Sabtu, 25 Oktober 2025
Makna Simbolik Pada Lagu Dolanan “Nyata kowe Wasis”
Makna Simbolik Pada Lagu Dolanan “Nyata kowe Wasis”
Senin, 20 Oktober 2025
Dasanama
Dasanama adalah persamaan istilah suatu kata dalam bahasa Jawa yang memiliki makna sama atau hampir serupa.
Janaka : Arjuna, Premadi, Margana, Pamadya, Dananjya, Mintaraga, Ciptahening, Prabu Kariti, Kendhitatnala, Palguna, Kombang Ali-Ali, lamprong, Endra Putra, Endra Tanaya, Wijanarka.
Werkudara :Bima, Bratasena, Wijasena, Bayu Suta, Bayu Putra, Arya Panenggak, Jagal Bilawa.
Puntadewa :Yudhistira, Wijakangka, Gunatali, Krama, Ajata Satru.
Kresna :Nayarana, Padmanaba, Wresniwira, Ari Murti, Wisnu Murti, Wasu Dewa Putra, Narasinga.
Anoman :Anjani Putra, Kapiwara, Rewandapingul, Wanara Seta, Senggana, Rama Handayapati.
Duryudana :Kurupati, Suyudana, Dastradmaja, Gendari Suta, Jakapitana, Tri Panangsah, Pambangun Kuru, Kurendra Pati.
Semar :Ismaya, Badranaya, Nayantaka, Sukma Sejati, Sukma Ekalaya.
Bathara Guru :Girinata, Sang Hyang Jagad Nata, Pukulan Pramesthi, Ciwa Maha Dewa.
Kuning : Jenar, kaporanta, pita
Lanang : Jaler, jalu, priya, purusa, kakung
Langit : Boma, bomantara, akasa, antariksa, wiyat, wiyati, cakrawala, gagana, widik-widik, byoma, antarariya
Lintang : Kartika, sasa, sudama, tranggana, wintang
Macan :Mong, sardula, singa
Mangan :Boga, bukti, dhahar, madhang, nadhah, nedha
Manuk :Kaga, kukila, paksi, peksi
Manungsa :Jalma, jana, janma, manus, nara, wong
Mata :Aksi, eksi, mripat, pandulu, netra, soca
Mayit :Bangke, jisim, kunarpa, kuwanda, wangke, sawa
Buta :Asura, danuja, diyu, ditya, denawa, yaksa, kelana, raseksa, wil
Dalan :Marga, sopana, ênu, lêbuh, lurung, yana, hawan
Dewa :Absara, dewata, bathara, jawata, amara, rêsi-gana, hyang, widadara, nasa, sura
Gajah :Asti, dirada, èsthi, dwipangga, liman, dipa, diradha
Gawe :Makarya, ambangun, karya, kardi, karti, yasa
Geni :Agni, api, dahana, brama, pawaka, siking, guna, puyika, latu, puya
Getih :Ludira, rah, rudhira
Gunung :Aldaka, ancala, ardi, bukita, giri, meru, parwata, prabata, redi, wukir
Ibu :Biyang, biyung, indhung, puyengan, rena, wibi
Ireng :Cemeng, langking, kresna, jlitheng
Abang :Abrit, mbranang, dadu, jingga, merah, rekta
Alas :Wana, bana, tarataban, girang, lirang, utan, baga, wulusan, wêlahan, wanawasa, wanadri, jênggala, kênana
Anak :Suta, putra, sunu, yoga, siwi, wêka, tanaya, atmaja, siwaya, ja, patut, banu
Angin :Riwut, bajra, sindhung, anila, bayu, aliwawar, tata, barat, samirana, wirayang
Ati :Driya, galuh, kalbu, nala, panggalih, prana, tyas,
Awak :Angga, badan, raga.
Banyu :Her, warih, ranu, sindu, tirta, we, jala.
Bapak :Rama, sudarma, sudarmi, yasadarma, yayah
Bledheg :gludhug, grah, guntur, gumita, pater, thathit Bajra, erawati, gelap,
Bumi :Bawana, buwana, bantala, basundra, jagad, kisma, mandhala, pratiwi, pratala.
Iwak :Mina, jita, matswa, oti, wiyangga, mira, maswa
Jaran :Swa, aswa, turangga, wajik, undhakan, kalangkya
Jeneng :Bisikan, parab, juluk, têngran, sêbut, wêwangi, asma, sambat, têngêran
Kali :Bangawan, lepen, loh,narmada
Kanca :Kanthi, rowang, rewang, graya, pasaya
Kayu :Kadi, kadya, lir, mimba, pendeh, pindha, yayah
Kebo :Maesa, misa, mundhing
Kembang :Kusuma, padma, puspita, sekar
Kethek :Juris, kapi, munyuk, palwaka, pragosa, rewanda, wanara, wre
Kraton :Dhatulaya, kadhaton, kadhatun, pura, puri
Mati :seda Antaka, ngemasi, lalis, lampus, layon, lena, mancal donya, murud, padhem, palastra, pralaya, pralena
Misuwur :Kajanapriya, kajuwara, kalok-kaloka, kasub, kawarti, kasusra, kawentar, kondhang, kongas, kontap
Omah :Graha, griya, panti, wisma, yasa
Panah :Astra, bana, jemparing, naraca, sara, warastra
Pandhita :Ajar, dwija, dwijawara, maharsi, mahayeksi, muni, resi, suyati, wiku, wipra,
Perang :Bandayuda, jurit, laga, pupuh, rana, yuda
Pinter :Guna, lebda, limpad, nimpuna, putus, wasis, widagda, widura, wignya
Putih :Dwala, pingul, seta
Ratu :Aji, buminata, bumipati, dhatu, katong, naradipa, naradipati, narpa, narpati, narendra, nareswara, nata, pamasa, parameswara, raja, sri, sribupati
Rembulan :Badra, basanta, candra, lek, sasadara, sasangka, sasi, sitoresmi, sitengsu, wulan
Rambut :Rikma, weni, keswa, roma, sinom, jatha, rema
Segara :Ernawa, jalanidhi, jaladri, laut, samodra, tasik, udaya
Sedhih :Duhkita, kingkin, margiyuh, rimang, rudah, rudatin, rudatos, rudita, sungkawa, susah, tikbra, turida, wigena
Senapati :Bretyapati, hulubalang, narawara, senapatya
Sirah :Kumba, murda, mustaka, ulu, utamangga
Selamet : Basuki, raharja, rahayu, swasta, sugeng, yuwana, widada
Srengenge :Arka, aruna, bagaskara, bagspati, baskara, dewangkara, pradangga, raditya, radite, rawi, surya,
Ula :Naga, sarpa, sawer, taksaka
Wadon :Dayinta, dyah, gini, juwita, kusuma, putri, retna, rini, wanita, wanodya, widawati
Weruh :Anon, myat, priksa, udani, uning, uninga, upiksa, wikan, wrin
Selasa, 07 Oktober 2025
Asking for Opinion and Giving Opinion - Analitycal Exposition
- What do you think about …? (Apa pendapatmu tentang…?)
- What’s your opinion about…? (Apa pendapatmu tentang…?)
- How do you feel about…? (Bagaimana perasaanmu tentang …?)
- Any comments? (Ada komentar?)
- How about…? (Bagaimana tentang…?)
- I need your opinion about … (Aku butuh pendapat kamu tentang …)
- In your honest opinion…? (Menurut pendapat jujur kamu …?)
Formal Situation
Would you give me your opinion on banning fast food in school?
Do you have any idea about banning fast food in school?
What is your view on banning fast food in school?
What do you think about banning smartphone in school?
Giving Opinion
- I personally believe that ….
- According to me, ….
- In my opinion, ….
- I think that ….
- I totally agree / disagree that….
1. I need your opinion about the weathers to day.
2. In your honest opinion, Are we have some contribution in global warming
3. what is your comment about The bad impact of using single plastic for life?
Gives Opinion and the Arguments based on the issues below!
1. Using single bottle plastic as daily drinking water2. Using plastic as food wrapping
3. illegal logging cause overflood
4. how if Rubbish is not managed properly
5. pollution is caused by factory building in urban area /downtown
6. using fossil energy in excessively is very dangerous
7. Styrofoam is harmful to the environment
8. Modern buildings can increase effect global warming
9. fast food is harmful for our health
Idea / Issue :
...............................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................
Arguments :
...............................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................
conclusion/reiteration
...............................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................................
Analytical Exposition Text
Exposition text adalah sebuah teks yang menyajikan satu sudut pandang tentang sebuah isu.
Sedangkan analytical exposition text adalah sebuah teks yang berisikan pendapat penulis
tentang hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Baik itu suatu benda, tempat, ataupun kejadian,
tanpa mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu.
Dari pengertian di atas, kita bisa tahu
kalau analytical exposition text berisi pemikiran penulis tentang hal-hal yang terjadi di
sekitarnya, baik
benda, kejadian, ataupun tempat. Teks ini termasuk dalam argumentative text karena menunjukkan suatu pendapat (argumen) terhadap
sesuatu.
The Purpose of Analytical Exposition
Analytical exposition
text yakni untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang dihadirkan adalah topik
yang penting untuk dibahas. Kamu perlu ingat, kalau analytical exposition
text tidak
“berusaha” untuk mengubah sudut pandang pembacanya. Jadi, teks ini murni hanya berisi pendapat penulis.
1. Penulisan analytical exposition text menggunakan simple present tense.
2. Menggunakan kata-kata yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulis, contohnya: experience, feel, know, realize, sense, think, dll.
3. Menggunakan connective words yaitu kata penghubung. Penggunaan connective words bertujuan untuk menghubungkan antar ide, baik itu frasa, klausa, kalimat, maupun paragraf.
· Connective words ini banyak fungsinya. 3 fungsi dari kata hubung yang paling sering dipakai dalam analytical exposition text adalah:
· Adding information, yaitu menambahkan informasi. Contohnya seperti and, moreover, beside that, in addition, dan also.
· Contrasting information, yaitu mengkontraskan sesuatu. Contohnya seperti but, however, dan even though.
· Causality, yaitu menunjukkan sebab-akibat. Contohnya seperti because, therefore, thus, so, consequently, despite, due to, for that reason, dll.
1. Using single bottle plastic as daily drinking water
2. Using plastic as food wrapping
3. illegal logging cause overflood
4. how if Rubbish is not managed properly
5. pollution is caused by factory building in urban area /downtown
6. using fossil energy in excessively is very dangerous
7. Styrofoam is harmful to the environment
8. Modern buildings can increase effect global warming
9. fast food is harmful for our health
Senin, 29 September 2025
Hortatory Exposition Text
Pengertian Hortatory Exposition Text
Hortatory exposition text adalah teks eksposisi
yang bertujuan meyakinkan pembaca untuk melakukan
tindakan tertentu atau mengubah pandangan mereka tentang suatu
masalah. Teks ini biasa disebut juga dengan persuasive exposition.
Karena bersifat
persuasif, hortatory exposition text seringkali
didukung oleh alasan moral atau nilai-nilai tertentu agar pembaca setuju dengan
pandangan atau pendapat penulis, kemudian dapat mengambil langkah-langkah
konkret sesuai dengan apa yang disarankan.
Contoh topik yang cocok untuk hortatory exposition text adalah kampanye sosial seperti pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi global warming, peduli kebersihan dan kesehatan dan lain-lain
Hortatory Exposition Text
Structure
Hortatory exposition text memiliki 3 struktur,
yaitu:
1. Introduction / Thesis
As usual, struktur sebuah teks
biasanya akan dimulai dengan introduction atau thesis. Dalam hortatory
exposition text, pada bagian ini penulis bisa memperkenalkan topik atau
masalah yang akan dibahas serta menyajikan pendapat atau pandangan yang akan
dijelaskan lebih lanjut dalam teks.
Pendahuluan ini bertujuan
untuk memperkenalkan pembaca kepada isu yang akan dibahas dan membuat mereka
tertarik untuk membaca lebih lanjut.
2. Argument
Struktur kedua dari hortatory
exposition text yaitu arguments atau
alasan yang mendukung pendapat / pandangan sang penulis terkait dengan topik
yang dibahas. Argumen-argumen ini umumnya akan didukung oleh fakta, data,
atau bukti yang relevan untuk memperkuat persuasinya.
Supaya lebih meyakinkan,
penulis juga bisa menggunakan analogi, perbandingan, atau contoh konkret untuk
memperjelas pendapat yang sudah dikemukakan di awal.
3. Recommendation
Terakhir, penulis bisa
menutup teks dengan memberikan recommendation, yakni berupa saran
atau ajakan kepada pembaca tentang tindakan yang harus diambil atau pandangan
yang harus diadopsi berdasarkan pada argumen yang telah disajikan
sebelumnya.
Rekomendasi ini dapat
berupa ajakan untuk bertindak, mengubah perilaku, atau mengadopsi pandangan
tertentu terkait dengan topik yang dibahas.
Sabtu, 27 September 2025
Ranti atau Leunca tanaman liar yang bermanfaat
Nama lokal daerah : Leunca (Sunda), Ranti (Jawa), anti, Bobosa (Maluku)
Nama asing : long kui (Tiong Hoa), enab el-deeb (Arab)
Nama latin : Solanum nigrum L.
Sinonim : S. fistolosum Rich, S. nodiflorum Jacq. Solanum guineense (L) Lam. (Iwu, 1993; Wijayakusuma, 2005).









